Cuaca Ekstrem
11 Daerah di Sulsel Rawan Cuaca Ekstrem, Termasuk Bulukumba, Sinjai dan Bantaeng
Sehubungan dengan kondisi tersebut, beberapa wilayah di Provinsi Sulsel berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ansar
TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNGBULU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba, Sulawesi Selatan menyampaikan rilis Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG) potensi cuaca ekstrem, JUmat (15/5/2026).
Atas informasi itu, BPBD Bulukumba mengaktifkan Posko Siaga 24 Jam.
"Berdasarkan penyampaian BMKG aktivitas Gelombang Ekuatorial Rosby, Gelombang Kelvin, dan MJO terpantau aktif secara spasial di wilayah Sulawesi Selatan. Atas potensi itu kami aktifkan siaga di Posko Bencana," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Penanggulangan Bencana BPBD Bulukumba, Abd Haris.
Berdasarkan surat BMKG Makssar, Surat No : e.B/ME.02.04/028/KBB4/V/2026 pada 15 Mei 2026 tentang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Wilayah Sulsel.
Menyebutkan aktivitas gelombang atmosfer berdasarkan prakiraan gelombang atmosfer periode 15 - 21 Mei 2026, aktivitas Gelombang Ekuatorial Rosby, Gelombang Kelvin, dan MJO terpantau aktif secara spasial di wilayah Sulawesi Selatan.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat/petir dan angin kencang.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, beberapa wilayah di Provinsi Sulsel berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi.
Sedang daerah yang siaga yakni, Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Gowa, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Sidenreng Rappang, BPBD Kabupaten Sinjai, Kabupaten Toraja Utara.
Atas peringatan dini itu, kata Abd Haris meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Seperti menghindari aliran bantaran sungai, menghindari berterteduh di bawah pohon dan menjaga pohon lapuk dan petir.
Salah satu antisipasi Pemkab Bulukumba menghadapi cuaca ekstrem tersebut yakni melakukan pemangkasan pohon dan menebang pohon membahayakan.
Seperti di Jalur Nasional Bulukumba-Sinjai.
"Ada sejumlah pohon yang dipangkas dan ditebang yang membahakan," kata Kepala Dinas Perhubungan Bulukumba, Muh Idham.
Kabupaten Bulukumba hampir sepekan dilanda hujan lebat.
Belum ada korban jiwa namun kerusakan akibat angin kencang dan pohon tumbang. (*)
| Pinrang Diprediksi Terdampak Kekeringan Ekstrem, Waspada Kekurangan Air dan Serangan Hama |
|
|---|
| Siswa Makassar Belajar Online, Gowa Banjir, Wisata Bantimurung Maros Ditutup |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Landa Sulsel hingga 1 Maret: Waspada Banjir, Longsor dan Angin Kencang |
|
|---|
| BPBD Bone Tetapkan 12 Kecamatan Berstatus Rawan Banjir hingga Longsor |
|
|---|
| Daftar Wilayah Terdampak Hujan Lebat 24 Februari–1 Maret, Maros, Makassar, Gowa Siaga Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/DAMPAK-CUACA-Atap-kantor-Desa-Paenrelompoe-Kecamatan-Gantarang.jpg)