Teropong: Pengkhianat
Ilmu matematika dalam pembagian, perkalian, pertambahan, dan pengurangan di luar kepalanya tanpa menggunakan kalkulator.
Pikiran jernih anak kecil.
Kita memiliki banyak stok pengkhianat.
Sebarannya ada di mana-mana.
Mulai dari pemimpin tertinggi hingga level terbawah.
Kebohongan-kebohongan yang terpelihara secara terstruktur.
Membela kebohongan agar terlihat sebagai sebuah kebenaran.
Mereka yang tergolong diberi amanah sebagai pemimpin tidak lagi merasa malu jika berbuat salah.
Betapa kita sebagai rakyat menonton pertunjukkan yang mengasyikkan.
Tidak ada kata jera bagi mereka.
Ketika masa hukuman di penjara sudah selesai, eh, masuk lagi ke gelanggang baru.
Lanjutkan terus!
Seorang sahabat jamaah masjid di dekat rumah, Ir. Hamid Hoddy, MS mantan dosen Peternakan Unhas selalu mengktirisi negeri ini.
Ia menyinggung jangan sampai Presiden Prabowo mengizinkan pesawat militer Amerika Serikat bebas melintas di udara kita.
Kedaulatan negara mesti dipertahakan berdasarkan Undang-Undang yang berlaku di negara kita.
Jangan sampai ‘kecopetan’ karena kebodohan kita memaknai kedaulatan negara.
Jangan menjadi Pengkhianat!.(*)
| Nutri-Level dan Dilema Gula: Antara Kesehatan Publik dan Budaya Manis |
|
|---|
| Mengukir Jejak Kartini: Inspirasi Kekuatan dan Kepemimpinan Perempuan di Madrasah |
|
|---|
| Badik Bukan Kekerasan: Analisis Kritis terhadap Penyalahpahaman Nilai Siri’ dalam Praktik Sosial |
|
|---|
| Ambisi Motor Listrik MBG: Pendidikan Tersendat, Kebijakan Kehilangan Arah |
|
|---|
| Menolak Proyek Pengolahan Sampah di Parangloe, Tamalanrea |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Abdul-Gafar-Unhas.jpg)