Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Teropong: Pengkhianat

Ilmu matematika dalam pembagian, perkalian, pertambahan, dan pengurangan di luar kepalanya tanpa menggunakan kalkulator.

dok Abdul Gafar
TEROPONG - Abdul Gafar, Pendidik di Departemen Ilmu Komunikasi Unhas Makassar 

Era Soeharto: Dikenal korupsi terpusat dan KKN berkembang masif.

Era Reformasi (Habibie-Megawati): Awal berdirinya KPKPN, KPPU, dan Ombudsman.

Era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY): Pemberantasan korupsi gencar dilakukan KPK dengan menangkap banyak pejabat tinggi, namun korupsi tetap merajalela.

Era Joko Widodo (Jokowi): Banyak menteri tersandung korupsi, revisi UU KPK 2019 yang dinilai melemahkan agenda pemberantasan korupsi, serta kasus besar seperti Jiwasraya dan Timah.

Kini di era Prabowo Subianto: Menekankan mawas diri pada penegak hukum (Kejaksaan Agung)
akibat temuan integritas bermasalah.

Tampaknya korupsi tetap saja terjadi dengan berani.

Sanksi hukumnya loyo.

Koruptor identik dengan pengkhianat.

Mereka -yang pejabat- telah berani mengkhianati janji dan sumpahnya ketika pelantikan.

Bahkan lebih jauh dari itu dapat juga digelari sebagai munafik.

Lain yang dikatakan lain pula yang dilakukan.

Orang Makassar mengatakan: “Tau panrak panggaukkanna”, orang yang rusak perbuatannya.

Suatu ketika penulis bertanya pada putri sulung -Khadijah Gafar- murid kelas 4 SD Inpres Baraya 1 Makassar tentang apa itu pengkhianat?

Ia mengatakan bahwa “pengkhianat adalah orang yang dulunya teman, kini memusuhi kita”, ujarnya dengan wajah serius.

Bahkan ia menambahkan bahwa “pengkhianat itu juga termasuk munafik ya Pak?”

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved