Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Citizen Reporter

Kartini di Era Digital, Antara Literasi dan Nuditas Percakapan di Ruang Privat

Polanya serupa, dengan satu irisan yang kian mengkhawatirkan yaitu tren pelecehan verbal yang dilakukan oleh sekelompok pria muda. 

|
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
OPINI - Rismawati Razak Guru SMAS Islam Athirah 1 Makassar  

Oleh: Rismawati Razak

Guru SMAS Islam Athirah 1 Makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM - Jauh sebelum publik digegerkan oleh viralnya kasus pelecehan di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia, alarm sebenarnya telah lama berbunyi di berbagai ruang privat kita.

Mulai dari institusi pendidikan menengah, grup percakapan kantor, hingga ruang nostalgia alumni.

Polanya serupa, dengan satu irisan yang kian mengkhawatirkan yaitu tren pelecehan verbal yang dilakukan oleh sekelompok pria muda. 

Penting untuk ditekankan, mereka bukan lagi anak-anak yang bisa berlindung di balik dalih “iseng”.

Secara biologis maupun hukum, mereka telah dewasa.

Artinya, setiap kata yang diketik lahir dari kesadaran penuh.

Dalam kondisi waras dan tanpa paksaan, mereka dengan sengaja menuangkan fantasi seksualnya di ruang percakapan digital. 

Fenomena ini menyisakan pertanyaan: sedekat apa relasi dalam kelompok itu hingga kekejian pikiran dapat diungkapkan begitu gamblang tanpa rasa malu?

Kita memahami bahwa potensi keburukan selalu ada dalam diri manusia. Namun, di ruang yang semestinya aman, mengapa justru sisi itu yang dipertontonkan? 

Jika menilik isi grup percakapan yang didominasi laki-laki, terlihat adanya pergeseran budaya.

Pada generasi sebelumnya, percakapan semacam ini mungkin hadir dalam bentuk candaan klise, tentang “tambah istri” atau gurauan serupa yang meski problematis, masih dibungkus sebagai humor.

Kini, pola itu bergeser. Percakapan menjadi lebih vulgar, lebih eksplisit, dan menyasar individu secara spesifik sebagai objek fantasi kolektif. Kata-kata seolah kehilangan batas. 

Perbedaan generasi ini terasa kontras. Dahulu, sekadar melihat adegan mesra di layar saja sudah memunculkan rasa malu.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved