Opini Anshar Saud
Daeng, Kamu Bukan Iron Man
Daengku, mesin kuat beroperasi karena oli. Tapi manusia kuat karena akal, badan sehat, dan keyakinan untuk menjaga diri.
Padahal, sebenarnya efek itu bisa muncul juga kalau mereka baru saja menyeruput sarabba atau kopi panas.
Tren minum oli untuk “stamina” ini jadi semacam uji nyali baru.
Ada kebanggaan tersendiri ketika dianggap paling berani.
Media sosial memperkuatnya.
Orang berlomba membuat video karena merasa spektakuler.
Namun, individu dengan keyakinan seperti ini mesti diajak duduk bersama.
Dari sisi kimia, oli mengandung hidrokarbon; senyawa kimia sintetis seperti kalsium, magnesium, fosfor dan sulfur; dan logam seperti barium, seng serta molibden.
Zat-zat ini berasal dari minyak bumi dan tidak dirancang untuk masuk ke tubuh manusia.
Ketika tertelan, oli bisa menyebabkan mual, muntah, diare, serta iritasi pada lambung dan kerongkongan.
Yang paling berbahaya adalah saat oli “tersalah jalan” masuk ke saluran pernapasan.
Bisa menyebabkan pneumonitis kimia, peradangan paru-paru berat yang bisa berakibat fatal.
Secara umum, dalam jangka panjang, racun dan logam berat dari oli menumpuk di hati, ginjal, dan sistem saraf, menyebabkan kerusakan organ hingga risiko kanker.
Kuat Karena Sugesti
Kalau begitu, dari mana rasa kuat itu datang? Jawabannya bisa jadi karena efek plasebo (placebo effect).
Pengaruh sugesti terjadi karena ada koneksi unik antara pikiran dan tubuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-01-05-Anshar-Saud-8.jpg)