Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kilas Tokyo

Yokohama

Yokohama sebuah kota menarik. Kota pelabuhan pertama yang diperkenalkan kepada dunia sebagai pintu ke Jepang.

Tayang:
Tribun-timur.com
KILAS TOKYO - Muh. Zulkifli Mochtar, Diaspora Indonesia di Tokyo, Ketua ICMI Jepang. 

Oleh: Muh. Zulkifli Mochtar
Diaspora Indonesia di Tokyo, Ketua ICMI Jepang

TRIBUN-TIMUR.COM - Saya menulis tulisan ini diatas kereta, perjalanan menuju Yokohama.

Rencananya akan solat Jumat di Mesjid As-Sholihin, sebuah masjid baru terbangun di daerah Yokohama.

Mesjid sudah terbangun megah dan estetik desainnya.

Ditengah masyarakat yang bernuansa multikultural khas kota Yokohama.

Kota Yokohama dan Tokyo memang sangat dekat, bersebelahan.

Mirip Jakarta – Bekasi.

Tokyo ibukota Jepang, sementara Yokohama adalah ibukota Prefektur Kanagawa.

Dengan kereta biasa bisa ditempuh sekitar 30-40 menit.

Di perjalanan kereta, saya mengecek sejarah kota ini.

Yokohama sebuah kota menarik.

Baca juga: Ironi Riset Jepang

Kota pelabuhan pertama yang diperkenalkan kepada dunia sebagai pintu ke Jepang.

Sejak pelabuhan dibuka, kota ini jadi pintu masuk menyerap beragam budaya dan baru dari negara-negara asing utamanya Amerika dan Eropa lalu diperkenalkan ke Jepang.

Yokohama kala itu menjadi kota pusat perdagangan modern dan estetik.

Tapi Gempa Besar Kanto September 1923 menghancurkan kota ini.

Sekitar 20.000 orang meninggal, kota hancur dan menjadi lautan api.

Tapi tidak butuh waktu tidak lama, setelahnya, kota Yokohama sudah berubah kembali menjadi kota perdagangan komersial yang sukses.

Sayangnya dimasa Perang Dunia kedua tahun 1945, kota ini kembali mengalami pengeboman yang sangat hebat.

Setelah mengalami kehancuran, pembangunan kota Yokohama kembali berjalan cepat.

Dengan sumbar daya alam minim, beragam industri berskala besar dikembangkan dengan kecepatan yang luar biasa.

Seiring berhasilnya program rekonstruksi dan perkembangan ekonomi Jepang yang sangat cepat, kota Yokohama kembali menjadi kota maju.

Menjadi kota modern, estetik, tertata hingga kini Pemerintah Jepang juga memang intensif mereformasi kebijakan peningkatan daya saing negara dan menstimulasi pengembangan usaha usaha baru.

Hingga di Era 1950 – 1960 ekonomi Jepang sudah tumbuh cepat lagi hingga 10 persen in growth.

Di saat bersamaan proyek infrastruktur terus digenjot hingga ke pelosok.

Periode 1970-1980, Jepang sudah memantapkan diri sebagai salah satu negara termaju ekonomi dan teknologi Gempa dan perang dunia berakhir dengan kehancuran kota, tapi menyulut mental perjuangan baru.

Yakni berusaha bangkit dari kehancuran dengan cara lain; kesedihan dan energi nasionalisme telah dialihkan menjadi pahlawan terdepan dalam membangun ekonomi dan kemakmuran mereka.

Itulah soft power mereka yang sesungguhnya.

(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved