Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

WFH dan Burnout Society

WFH pada awalnya dipandang sebagai solusi ideal di tengah perubahan dunia kerja modern terutama di era Covid-19.

Tayang:
Ist
OPINI - Muhammad Suryadi R Peneliti Parametric Development Center 

Han menjelaskan bahwa masyarakat modern telah bergeser dari masyarakat disiplin menjadi masyarakat prestasi.

Jika dulu manusia dikendalikan oleh aturan dan larangan eksternal, kini manusia terdorong oleh ambisi internal untuk terus berprestasi.

Dalam konteks ini, seseorang tidak lagi ditindas oleh orang lain, tetapi oleh dirinya sendiri.

Kita merasa harus selalu produktif, selalu aktif, dan selalu berhasil.

Tapi tanpa disadari, kita menjadi subjek yang mengeksploitasi diri sendiri.

Kelelahan yang muncul bukan lagi diakibatkan oleh paksaan, tetapi karena dorongan internal yang tidak pernah berhenti.

Dalam konteks birokrasi, kita justru melihat dua logika yang saling bertabrakan.

Di satu sisi, birokrasi berupaya menghadirkan efisiensi melalui pengurangan mobilitas dan fleksibilitas kerja.

Di lain sisi, birokrasi tetap mempertahankan budaya administrasi yang kaku, target kinerja yang tinggi, serta tuntutan pelaporan yang berlapis-lapis.

Akibatnya, alih-alih mengurangi beban kerja, WFH seringkali justru menambah tekanan administratif yang harus diselesaikan dari rumah.

Dalam situasi ini, aparatur atau pekerja tidak hanya menghadapi tuntutan eksternal berupa aturan dan target, tetapi juga tekanan internal untuk tetap terlihat produktif meskipun bekerja dari rumah.

Para pegawai harus membuktikan bahwa WFH tidak mengurangi kinerja, tetapi harus justru menunjukkan kinerja yang lebih tinggi.

Inilah logika Self Exploitation yang dijelaskan oleh Han, yakni individu bekerja lebih keras bukan karena dipaksa secara langsung, tetapi karena dorongan untuk memenuhi ekspektasi sistem sekaligus membuktikan dirinya.

WFH dalam konteks ini menjadi ruang di mana kontrol birokrasi tidak sepenuhnya hilang, melainkan berubah bentuk -dari pengawasan fisik menjadi pengawasan dalam bentuk digital dan administratif: absensi online, laporan harian, hingga respons cepat terhadap pesan menjadi indikator baru kedisiplinan.

Tanpa disadari, rumah berubah menjadi perpanjangan dari sistem birokrasi yang terus bekerja tanpa jeda.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved