Opini
Prespektif Syamril: Halal Bihalal
Ada Halal Bihalal Keluarga Besar, tempat kerja, teman sekolah, alumni kuliah, warga, tetangga dan jamaah masjid.
Jika ada rasa sakit hati, ketersinggungan yang terus dipendam maka itu dapat membuat sakit jiwa dan mental.
Terasa ada yang menghantui pikiran.
Ada beban pikiran yang bisa terbawa ke alam bawah sadar.
Cara mengatasinya yaitu melepaskan bukan melekatkan.
Lupakan dan lapangkan sehingga dada menjadi lega.
Jangan dipelihara apalagi dikembangkan menjadi dendam kesumat yang masuk terlalu jauh ke dalam hati.
Salah satu cara melepaskan yaitu dengan saling memaafkan.
Bukalah hati secara tulus untuk saling memaafkan.
Itu akan melegakan.
Makna lain dari halal bihalal yaitu berjanji dengan diri sendiri hanya mengerjakan yang halal.
Menjauhkan diri dari perbuatan haram.
Logikanya latihan sebulan menjauhi yang halal saja bisa.
Pada bulan selanjutnya lebih mudah menjauhi yang haram dan hanya mengerjakan yang halal.
Semoga dengan itu kesucian hati terus terjaga sebagai buah ramadhan dan makna idul fitri atau kembali suci. Selamat ber-halal bihalal.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Syamril-Direktur-Sekolah-Islam-Athirah-21.jpg)