Opini
Jika Ramadhan Hanya Jadi Rutinitas: Alarm Parenting untuk Para Orang Tua
Anak-anak hari ini tumbuh dalam dunia yang dipenuhi layar digital, informasi instan, dan budaya serba cepat.
Oleh : Dr. Elinda Rizkasari,S.Pd.,M.Pd
Dosen prodi PGSD Unisri Surakarta
TRIBUN-TIMUR.COM - Setiap tahun Ramadhan datang membawa suasana yang khas. Masjid kembali ramai, lantunan ayat suci terdengar di berbagai tempat, dan masyarakat berlomba-lomba melakukan kebaikan.
Di banyak keluarga, Ramadhan juga menjadi momen kebersamaan yang ditunggu-tunggu: sahur bersama, berbuka bersama, hingga kegiatan sosial yang mempererat hubungan
antaranggota keluarga.
Namun di balik suasana religius itu, ada satu pertanyaan yang jarang kita ajukan sebagai orang tua: apakah Ramadhan benar-benar membentuk karakter anak-anak kita, atau hanya
menjadi rutinitas tahunan yang berlalu begitu saja?
Pertanyaan ini menjadi semakin relevan di tengah perubahan sosial yang begitu cepat.
Anak-anak hari ini tumbuh dalam dunia yang dipenuhi layar digital, informasi instan, dan budaya serba cepat.
Dalam situasi seperti ini, Ramadhan seharusnya menjadi ruang pendidikan karakter yang sangat kuat. Tetapi tanpa disadari, banyak keluarga justru menjalaninya sekadar
sebagai tradisi tahunan.
Rutinitas Tanpa Makna
Beberapa waktu lalu, seorang guru sekolah dasar menceritakan pengalamannya kepada saya.
Ketika ia bertanya kepada murid-muridnya tentang Ramadhan, sebagian anak menjawab dengan antusias: “Ramadhan itu enak, karena banyak buka bersama dan bisa beli takjil.”
Ada pula yang mengatakan bahwa Ramadhan adalah bulan ketika mereka boleh begadang lebih lama karena suasana malam terasa lebih hidup.
Jawaban-jawaban itu sebenarnya polos dan jujur. Namun dari sana terlihat bahwa sebagian anak memahami Ramadhan lebih sebagai pengalaman sosial daripada perjalanan spiritual.
Fenomena ini tidak sepenuhnya salah. Anak memang menikmati sisi kebersamaan yang ada dalam Ramadhan.
Tetapi jika pengalaman Ramadhan hanya berhenti pada aspek tersebut, anak berisiko melihat puasa sebagai rutinitas tahunan tanpa makna yang mendalam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-03-04-Dr-Elinda-RizkasariSPdMPd.jpg)