Opini
Muhasabah dan Doa Akhir Tahun
Pergantian tahun baru Masehi kali ini bertepatan dengan bulan Rajab 1447 berdasarkan kalender Hijriah.
Oleh: Mahmud Suyuti
Dosen Hadis UIM dan Ketua Komisi Ukhuwah MUI Kota Makassar
TRIBUN-TIMUR.COM - Ucapan happy new year, selamat tahun baru sudah mulai ramai dishrae via medsos menanti pergantian kalender 2025 ke 2026 Masehi.
Variasi kalimat dan frasa disertai doa tahniah yang sering lafazkan antara lain adalah Jadid Sa’idah, selamat tahun baru yang penuh bahagia, Kullu Aam Wa’antum Bikhair, semoga kebaikan selalu menyertai anda, semoga anda sehat setiap tahunnya.
Pergantian tahun baru Masehi kali ini bertepatan dengan bulan Rajab 1447 berdasarkan kalender Hijriah.
Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Islam yang penuh berkah karena dalam bulan ini diperingati Isra Mikraj, momen perjalanan Nabi SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha menuju ke Sidratul Muntaha dalam rangka menerima perintah salat.
Setelah Rajab, akan datang bulan Syaban pada paruh akhir Januari awal Pebruari 2026 selanjutnya masuk Ramadhan 1447 H yang karena itu sejak sekarang disunnahkan untuk menyibukkan diri berdoa, Allahumma Barik Lana fi Rajab wa Sya’ban wa Balligna Ramadan (ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab ini dan Syaban serta pertemukan kami dengan Ramadan).
Doa tersebut hendaknya dibaca berulang-ulang di penghujung tahun ini setiap selesai salat sampai masuknya Ramadan mendatang.
Jadi bagi setiap muslim sejatinya menyibukkan diri berdoa dan muhasabah, menghindari acara seremonial yang kurang bermanfaat seperti pesta kembang api yang diwarnai suara mercun dan petasan, acara karokean, pertandingan domino, board game sampai ikut serta memeriahkannya dengan meniup terompet.
Muhasabah
Ada yang menganggap bahwa tahun baru masehi adalah milik non muslim padahal al-Qur’an dalam surah al-Isra ayat 12 secara jelas menerangkan perputaran syamsiah sebagai tahun meladiah juga bagian dari tahun qamariah.
Jadi tahun baru masehi juga untuk muslim yang harus dijadikan sebagai momen muhasabah.
Muhasabah adalah intropeksi diri diakhir tahun mengawali tahun baru karena pergantian tahun masehi itu berlaku untuk umat Islam.
Kenyataannya penanggalan tahun masehi dipakai juga untuk menentukan waktu ibadah seperti jadwal salat.
Sejak masa Nabi SAW masuknya waktu salat sepenuhnya ditentukan oleh pergerakan waktu tahun syamsiah dan sama sekali tidak berurusan dengan pergerakan qamariah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-12-05-Mahmud-Suyuti.jpg)