Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

In Memoriam Puang Ramma 

Pasca haul, ribuan jamaah dan murid-murid Puang Ramma yang tergabung di tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf al-Makassariy telah kembali ke daerahnya.

Editor: Sudirman
DOK PRIBADI
RUBRIK OPINI - Mahmud Suyuti Sekjen Jam’iyah Khalwatiyah tahun 2013-2020 dan Katib Am Jam’iyah Khalwatiyah tahun 2020-sekarang. 

Di tengah hempasan ombak disertai hujan, Puang Ramma berdoa sambil mengangkat tangan kanannya sejajar dengan dada.

Walhasil ombak besar yang menghantam itu redah, air lautpun tenang dan kapal yang ditumpanginya sebanyak 20-an orang tiba dengan selamat di tujuan.

Karamah-2

Kebakaran di area tenda Mina 15 April 1997 menelan banyak korban jiwa. Diberitakan saat itu 343 jamaah haji meninggal dunia dan 1.500 lainnya terluka.

Bertepatan dengan itu, Puang Ramma di Makassar ke tukang cukurnya, yakni Pak Mahmud orang Madura.

Saat dicukur Puang Ramma tiba-tiba berdoa agar jamaahnya di tanah suci, Pak Bulu diselamatkan dari kebakaran. 

Sepulang menunaikan haji, H. Bulu tidak pulang ke rumahnya di Maros, tetapi langsung ke Jl. Baji Bicara menangis dan bersujud di hadapan Puang Ramma

Sang murid menceritakan ke gurunya bahwa sewaktu kejadian di Mina ada Puang datang me¬narik saya keluar dari tenda sehingga selamat dari kobaran api. 

Puang Ramma bertanya ke muridnya: “Kau liat saya di mana, baju apa saya pakai saat itu?” 

H. Bulu menjawab, “Saya yakin sekali kita itu Puang sambil menyebut motif baju yang dipakai Puang Ramma

Untuk meyakinkan, Puang Ramma memanggil H. Bulu ke kamar kemudian mem¬per¬lihatkan beberapa bajunya, lalu H. Bulu menunjuk baju Puang Ramma yang kemeja putih lengan pendek bergaris-garis hitam, persis sama dengan baju yang dipakai Puang Ramma saat dicukur.  

Banyak penuturan dari jamaah Khalwatiyah saat menunaikan ibadah haji bertemu Puang Ramma di sana. 

Nasran Mone yang akrab disapah Cakmon menuturkan bahwa saat menunaikan haji, beliau bertemu dengan Puang Ramma saat wukuf di Arafah.

Banyak pengakuan yang sama dituturkan Cakmon, namun di sini tidak dikemukakan secara detail dan lengkap tentang karamah Puang Ramma untuk menghindari riya’. Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved