Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Laporan dari Australia

Bertemu Muslimah Pertama Jabat Menteri di Australia

Anne Aly saat ini memegang tiga jabatan sekaligus, yakni Menteri Pembangunan Internasional

Tayang:
Penulis: Domuara D Ambarita | Editor: Edi Sumardi
Tribun-timur.com/Domuara D Ambarita
MUSLIMAH MENTERI - Anggota parlemen Australia merangkap Menteri Pembangunan Internasional, Menteri Usaha Kecil, Menteri Urusan Kemajemukan Dr Anne Aly, mengatakan kerja sama Australia dan Indonesia sangat strategis. Anne Adalah Muslimah pertama menteri di Negeri Kanguru. 

Laporan jurnalis Tribun Network, Domu D Ambarita

TRIBUN-TIMUR.COM - Rumput laut yang selama ini identik dengan bahan makanan ternyata sedang memasuki babak baru.

Komoditas yang banyak dibudidayakan di pesisir Indonesia itu kini diolah menjadi bahan baku ramah lingkungan pengganti plastik, mulai dari kancing baju, bingkai kacamata, kain, hingga komponen interior kendaraan.

Di saat yang sama, pengamat hubungan Indonesia-Australia menilai kerja sama ekonomi kedua negara sedang berada dalam fase terbaiknya. Kondisi tersebut membuka peluang baru bagi produk-produk Indonesia untuk masuk ke rantai pasok industri masa depan.

Bertemu Menteri Muslimah Pertama Australia

Pada hari kedua rangkaian Australia-Indonesia Senior Editors Program di Perth, delegasi media Indonesia mendapat kesempatan berdialog dengan Anne Aly, salah satu tokoh penting dalam pemerintahan Australia.

Anne Aly saat ini memegang tiga jabatan sekaligus, yakni Menteri Pembangunan Internasional, Menteri Usaha Kecil dan Menengah, serta Menteri Urusan Multikultural Australia.

Politikus kelahiran Mesir itu tercatat sebagai muslimah pertama yang dipercaya menduduki jabatan menteri dalam sejarah Australia.

Baca juga: Alasan Banyak Orang Indonesia Memilih Kuliah di Australia

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor konstituennya di Perth, Anne menekankan pentingnya hubungan Australia dengan Indonesia sebagai negara tetangga sekaligus mitra strategis terbesar di kawasan.

Menurutnya, kerja sama kedua negara memiliki ruang yang luas untuk terus berkembang, terutama pada sektor pemberdayaan perempuan, usaha kecil dan menengah, pendidikan, kesehatan, serta pembangunan sosial.

"Indonesia adalah mitra yang sangat penting bagi Australia. Hubungan antarmasyarakat yang terbangun selama ini memiliki arti besar bagi masa depan kedua negara," ujarnya.

Rumput Laut Jadi Solusi Krisis Plastik

Usai pertemuan tersebut, delegasi mengunjungi perusahaan rintisan teknologi bernama Uluu yang berbasis di Perth.

Perusahaan yang berdiri pada 2021 itu mengembangkan teknologi bioplastik berbahan dasar rumput laut. Bahan baku utama diperoleh dari Indonesia, terutama Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur.

Di kantor sekaligus laboratoriumnya, tim Uluu memperlihatkan berbagai produk yang telah dihasilkan dari rumput laut.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved