Anomali Libur Sekolah di Hari Tasyrik: Ada Murd Hanya Datang Ambil MBG, Guru Gundah Siswa Dilema
Yang dipersoalkan bukan semata soal libur atau tidak libur. Ini tentang rasa keadilan kebijakan.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Anomali melanda sistem pendidikan Indonesia hari ini, Jumat, 29 Mei 2026. Gundah pun melabrak nurani sebagian pendidik. Dan beberapa kepala sekolah dijanjang billisi’, dilirik jengkel, oleh para guru.
Di tengah suasana Hari Tasyrik Iduladha 1447 Hijriah, banyak guru galau.
Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah hari Raya Iduladha 1447 H, atau tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah.
Di Tanah Suci, di Mina, Hari Tasyrik ditandai dengan pelemparan jumrah oleh para jamaah haji.
Ritual lontar jumlah dilakukan setelah Wukuf di Padang Arafah dan Mabit atau berdiam di Muzdalifah.
Di Tanah Air hari tasyrik ditandai dengan, antara lain, takbir bersama setiap selesai Shalat berjamaah.
Takbir masih menggema di masjid, aroma daging kurban belum hilang dari dapur rumah-rumah warga, dan sebagian keluarga masih merawat kehangatan silaturahmi. Tapi ternyata tidak semua anak Indonesia menikmati suasana yang sama.
Sebagian masih harus berangkat ke sekolah.
Redaksi Tribun-Timur.com menerima sejumlah telepon dari guru-guru di Sulawesi Selatan. Bukan laporan prestasi, bukan kabar inovasi pendidikan. Yang datang justru curahan hati, campuran antara kebingungan, rasa janggal, bahkan sedikit getir.
“Pak, saya tetap harus mengajar. Tapi guru di rumah sebelah masih libur, bisa kumpul keluarga,” ujar seorang guru dengan nada yang terdengar lebih lelah daripada marah.
Yang dipersoalkan bukan semata soal libur atau tidak libur. Ini tentang rasa keadilan kebijakan.
Hari ini, siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tetap masuk sekolah. Sementara siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, hingga jenjang sederajat justru masih menikmati cuti bersama Iduladha.
Dalam satu kota yang sama. Dalam satu provinsi yang sama. Bahkan di kompleks rumah yang sama, ada guru yang bersiap ke sekolah sejak pagi, sementara tetangganya masih menikmati hari tasyrik bersama keluarga.
“Sama-samajaki di Indonesia ini, di Sulawesi Selatan, bahkan di Makassar. Masa ada libur, ada yang tidak,” kata seorang guru kepada Tribun-Timur.com.
Bahkan ada murid SD dalam satu kompleks yang senada. Yang satu tetap masuk sekolah. Yang satu libur. Yang masuk sekolah pun tak senasib. Ada yang masih sempat belajar. Ada yang hanya datang ambil MBG.
| Momen Open House, Bupati Takalar Daeng Manye Kumpulkan 12 Camat di Satu Meja Bahas Pelayanan Publik |
|
|---|
| Iduladha 1447 H, 7.600 Sapi dan 400 Kambing Disembelih di Makassar |
|
|---|
| Kemenag Sulsel Sembelih 9 Sapi Kurban di Momen Iduladha, Daging Dibagikan ke Warga Sekitar Kanwil |
|
|---|
| KORPRI Makassar Salurkan Daging Kurban ke Cleaning Service, Satpol PP dan Warga Sekitar Balai Kota |
|
|---|
| Momen Iduladha 1447 H, PT Semen Tonasa Salurkan 20 Sapi Kurban untuk Warga Ring 1 dan Packing Plant |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260525-Siswa-berjejer-mengantri-giliran-tes-seleksi.jpg)