Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pimpinan Ormas Islam dan Kristen Terus Berdatangan Temui Jusuf Kalla: Setop Polemik Penistaan Agama

Para pimpinan ormas Islam sepakat  akan Laporkan Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie terkait dugaan fitnah Ke Jusuf Kalla

Tayang:
Penulis: as kambie | Editor: AS Kambie
Tribun-timur.com/Courtesy: Rudi Gunawan
PIMPINAN ORMAS - Din Syamsuddin, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, dan KH Said Samad serta pimpinan Ormas Islam lainnya menemui Jusuf Kalla di kediaman pribadinya, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Selasa malam, 28 April 2026. Kedatangan mereka terkait polemik dugaan penistaan agama yang dilaporkan sekelompok masyarakat terkait ceramah Jusuf Kala di Masjid Kampus UGM dalam Ramadhan 1447H. 

Rombongan KAHMI dipimpin Ketua Presidium Majelis Nasional KAHMI, Ahmad Dolli Kurnia Tanjung.

Sama dengan pimpinan dan tokoh lainnya, kedatangan elite KAHMI menemui Jusuf Kalla juga membahas polemik terkait pernyataan Jusuf Kalla di UGM.

KAHMI mendesak semua pihak segera menghentikan polemik itu.

Ahmad Dolli Kurnia menilai situasi belakangan ini berpotensi meresahkan karena isu tersebut dinilai melebar dan berisiko memecah belah hubungan antarumat beragama. Ia menegaskan bahwa tidak terdapat unsur penghasutan maupun upaya mengadu domba dalam pernyataan Jusuf Kalla.

“Kami berharap persoalan ini tidak melebar ke mana-mana, apalagi sampai masuk ke ranah hukum. Tidak ada indikasi penistaan atau upaya memecah belah,” ujar anggota DPR RI itu.

Ketua Umum DPP KNPI 2008-2011 itu mengatakan, sejumlah tokoh agama, termasuk dari kalangan Kristen dan Katolik, juga telah memberikan pandangan bahwa tidak ada unsur penistaan agama dalam pernyataan tersebut.

Hal itu, kata dia, seharusnya menjadi pertimbangan bagi pihak pelapor untuk tidak melanjutkan proses hukum.

Dolli mengingatkan bahwa jika polemik ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan berkembang menjadi isu politik yang lebih luas dan berpotensi memicu saling lapor antar kelompok masyarakat.

“Kalau ini masuk ke ranah politik, situasinya bisa semakin berbahaya. Bisa terjadi saling lapor yang berkepanjangan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih fokus pada persoalan kebangsaan yang lebih besar, seperti dampak konflik global terhadap kondisi ekonomi, energi, dan pangan nasional.

Menurut Dolli, Indonesia sebagai negara yang majemuk memiliki kekuatan pada nilai toleransi dan persatuan. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga harmoni antarumat beragama.

“Kekuatan bangsa ini ada pada keberagaman dan toleransi. Jangan sampai itu justru diusik,” ujarnya.

KAHMI pun berharap pihak pelapor dapat mempertimbangkan kembali langkahnya demi menjaga persatuan dan stabilitas nasional.

Sejumlah perwakilan organisasi masyarakat lintas latar belakang menggelar silaturahmi dengan Jusuf Kalla di kediamannya di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Senin (27/4). Pertemuan tersebut membahas pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan nasional.

Rombongan terdiri dari perwakilan Vox Point Indonesia, Patria PMKRI, Formas, serta Pewarna Indonesia. Mereka menyampaikan apresiasi atas peran Jusuf Kalla dalam menyelesaikan berbagai konflik di Indonesia.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved