Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Beredar Screenshot Diduga IG Putri Candrawathi Aktif, Padahal Berstatus Tahanan

Dalam gambar yang beredar, terlihat sebuah Instagram Story dari akun dengan nama yang menyerupai milik Putri Candrawathi.

Editor: Ansar
Tribun-timur.com
PUTRI CANDRAWATHI - Beredar potongan gambar Instagram Story dari akun dengan nama yang menyerupai milik Putri Candrawathi. Hal ini memicu pertanyaan publik, mengingat istri Ferdy Sambo tersebut saat ini tengah menjalani hukuman penjara. 

TRIBUN-TIMUR.COM – Keberadaan Putri Candrawathi kembali menjadi sorotan publik.

Terpidana kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat itu kini ramai diperbincangkan setelah beredarnya sebuah tangkapan layar (screenshot) yang diklaim menunjukkan aktivitas akun Instagram miliknya.

Dalam gambar yang beredar, terlihat sebuah Instagram Story dari akun dengan nama yang menyerupai milik Putri Candrawathi.

Hal ini memicu pertanyaan publik, mengingat istri Ferdy Sambo tersebut saat ini tengah menjalani hukuman penjara.

 Putri Candrawathi diketahui divonis 20 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Istri mantan Kadiv Propam, Ferdy Sambo itu dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

“Menjatuhkan pidana kepada Putri Candrawathi 20 tahun penjara,” ujar Ketua Majelis Hakim, Wahyu Iman Santoso, saat membacakan putusan pada 13 Februari 2023.

Aktivitas di Lapas

Selama menjalani masa pidana, Putri diketahui berada di Lapas Kelas IIA Tangerang, Banten.

Ia sempat terlihat dalam kegiatan keagamaan, termasuk perayaan Natal 2025 bersama warga binaan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, Putri bahkan dipercaya sebagai penanggung jawab perayaan yang digelar di Gereja El Shaddai Lapas.

Berbagai kegiatan digelar, mulai dari pujian, drama musikal, hingga khotbah Natal.

Menariknya, dekorasi Natal yang digunakan mengusung tema ketahanan pangan, dengan memanfaatkan buah dan sayuran sebagai hiasan.

Putri menyebut, konsep tersebut memiliki makna simbolis sebagai bentuk persembahan.

“Jika dahulu orang Majus membawa emas, mur, dan kemenyan, maka kami membawa buah-buahan dan sayuran sebagai persembahan,” ujarnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved