Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

Kapal Kapten Miswar Meledak di Selat Hormuz

Tugboat Musaffah 2 yang dinakhodai Kapten Miswar Maturusi dilaporkan meledak di Selat Hormuz. Rumah keluarganya di Luwu dipadati warga.

Tribun-timur.com
HL TRIBUN TIMUR - Tangkapan layar HL Tribun Timur hari ini, Selasa (10/3/2026) soal Tugboat Musaffah 2 yang dinakhodai Kapten Miswar Maturusi dilaporkan meledak di Selat Hormuz. Rumah keluarganya di Luwu dipadati warga. 

Perjalanan menuju lokasi kejadian diperkirakan memakan waktu sekira satu hari. “Sekitar satu hari perjalanan sampai ke lokasi kejadian,” jelasnya.

Sumarlin mengatakan hingga kini belum ada informasi resmi dari perusahaan Abu Dhabi Ports tempat Kapten Miswar bekerja.

Sejumlah informasi diterima keluarga justru banyak berasal dari rekan-rekan pelaut Kapten Miswar yang berasal dari Kabupaten Luwu dan Kota Palopo.

Menurutnya, ada dua versi informasi beredar terkait misi kapal Musaffah 2 saat itu.

Versi pertama menyebut kapal tersebut melakukan evakuasi terhadap kapal yang lambungnya bocor diduga akibat terkena rudal.

Sementara versi lain menyebut Musaffah 2 membawa kru teknisi untuk melakukan pengelasan pada lambung kapal yang rusak.

Informasi awal diterima keluarga menyebut operasi tersebut berkaitan dengan kapal kargo Safeen Prestige.

Sumarlin juga mengungkapkan bahwa Kapten Miswar sempat menyampaikan firasat tidak biasa sebelum insiden terjadi.

Kapten Miswar sempat melaporkan adanya gangguan pada sistem navigasi kapal.

“Beliau bilang GPS kapal error. Katanya seperti melihat sesuatu di sekitar kapal dan sempat meminta panduan,” kata Sumarlin.

Pencarian Berlanjut

Tiga warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) tugboat Mussafah 2 yang meledak di Selat Hormuz, hingga kini masih belum ditemukan.

Proses pencarian masih terus dilakukan oleh otoritas setempat usai ketiganya dilaporkan hilang di perairan yang berada di antara

Persatuan Emirat Arab dan Oman, pada Jumat (6/3/2026) dini hari waktu setempat.

“Status para WNI yaitu 1 WNI ABK mendapat perawatan luka bakar dan sedang berada di Rumah Sakit Kota Khasab Oman, dan 1 WNI teknisi yang selamat telah berada di Kota Abu Dhabi. Sementara 3 WNI ABK masih terus diupayakan pencarian oleh otoritas setempat,” Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang dalam keterangan resminya, Minggu (8/3/2026).

Yvonne menjelaskan laporan insiden Kapal Mussafah 2 berbendera Persatuan Emirat Arab itu diterima Kemlu melalui KBRI di Abu Dhabi dan KBRI di Muscat pada 6 Maret 2026.

Menurut Yvonne, insiden terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat di Selat Hormuz.

“Berdasarkan saksi mata, Mussafah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar. Pada saat kejadian, 4 WNI ABK berada di kapal Mussafah 2 dan 1 WNI teknisi sedang berada di kapal kontainer Safin Prestige,” kata Yvonne.

Ia menekankan, perwakilan RI di Persatuan Emirat Arab dan Oman masih terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas setempat serta perusahaan kapal terkait untuk mempercepat proses pencarian.

Selain itu, lanjut Yvonne, perwakilan RI juga memastikan penanganan medis terhadap WNI yang selamat, dan akan terus menyampaikan perkembangan penanganan kepada keluarga korban di Indonesia.

“Kementerian Luar Negeri juga mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden ini dan perwakilan RI sedang berkoordinasi dengan otoritas Persatuan Emirat Arab dan Oman serta pihak perusahaan kapal,” jelas Yvonne.

Yvonne menambahkan, hingga saat ini otoritas di Persatuan Emirat Arab dan Oman masih menyelidiki peristiwa tersebut untuk mengetahui penyebab ledakan kapal tersebut.

Kemlu mengimbau seluruh WNI yang berada di kawasan Timur Tengah, termasuk awak kapal yang bekerja di perairan internasional, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi.

“Dalam keadaan darurat, WNI diharapkan segera menghubungi hotline perwakilan RI terdekat,” kata Yvonne.(uki/kompas.com)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved