Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Israel Serang Iran

Sosok Mojtaba Khamenei, Ulama Dekat IRGC Disebut Kandidat Pimpinan Tertinggi Iran

Putra kedua Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, mencuat sebagai kandidat Pimpinan Tertinggi Iran.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com
ERANG IRAN - Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Ismail Amin (kanan) saat bercerita dari Taheran, Iran dengan Host Tribun Timur Fiorena Jieretno (kiri) dalam live di Youtube Tribun-Timur.com, pada Kamis (5/3/2026) sore. Nama Putra kedua Ali Khamenei, yakni Mojtaba Khamenei mencuat jadi kandidat pimpinan tertinggi Iran 

Ringkasan Berita:
  • Mojtaba Khamenei, putra kedua Ayatollah Ali Khamenei, mencuat sebagai kandidat Pimpinan Tertinggi Iran.
  • Dikenal sebagai ulama dan pengajar, ia menyandang gelar hojatoleslam dan dekat dengan IRGC. 
  • Meski masyarakat mengenalnya, kiprah politiknya masih diragukan karena latar belakang berbeda dengan ayahnya. Keputusan ada di tangan Majlis-e Khobregan.
 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sosok Mojtaba Khamenei, namanya mencuat menjadi kandidat Pimpinan Tertinggi Iran.

Mojataba Khamenei merupakan putra kedua Ayatollah Ali Khamenei.

Namaya menguat menggantikan ayahnya di kursi Pimpinan Tertinggi Iran.

Mojtaba Khamanei merupakan sosok ulama dan pengajar.

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) Ismail Amin menyebut Mojtaba Khamenei sebenarnya di kenal masyarakat.

Namun kiprahnya di jabatan politis masih menimbulkan keraguan.

Sebab latar belakangnya selama ini hanya sebagai pengajar.

Berbeda dengan ayahnya yang sempat menjabat Presiden.

Baca juga: Figur Ayah Bangsa Gugur, Iran Diliputi Duka

Ayatollah Ali Khamenei memiliki segudang pengalaman sebelum duduk sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Hal ini yang tidak dimiliki Mojtaba Khamenei.

"Mojtaba Khamenei sendiri masyarakat kenal beliau, tapi karena  tidak boleh miliki jabatan politis jadi peran tidak banyak diketahui. Karena beliau pengajar di Hauzena, Lembaga Pendidikan tingkat tinggi seperti universitas yang kader ulama," kata Ismail Iman dalam program Ngobrol Virtual (Ngovi) Live di Youtube Tribun-Timur.com pada Kamis (5/3/2026).

Ismail menyebut sebenarnya masyarakat Iran menerima saja siapapun terpilih.

Sebab mekanisme pemilihan berada di tangan Majlis-e Khobregan. 

Majlis-e Khobregan merupakan badan deliberatif memiliki kewenangan dalam memilih, mengawasi dan memberhentikan Pimpinan Tertinggi.

Majlis-e Khobregan terdiri dari 88 ulama.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved