Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

Pasien Tak Perlu Lagi 10 Jam ke Makassar

Proyek ini masuk tahap lelang dengan total anggaran Rp350 miliar dan dikerjakan secara bertahap (multi years) mulai 2025 hingga 2027.

Editor: Sudirman
TRIBUN TIMUR/ist
HEADLINE TRIBUN - Headline Tribun Timur edisi Selasa (13/1/2026). Pemprov Sulsel membangun 2 RS Regional dengan anggaran Rp350 miliar. 

Menurut Patahudding, kehadiran RS Regional akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tidak hanya di Kabupaten Luwu tetapi juga di wilayah Luwu Raya.

“Rumah sakit regional ini sangat besar manfaatnya bagi masyarakat. Dengan fasilitas kesehatan yang memadai, warga Luwu tidak perlu lagi dirujuk ke Makassar jika masih bisa ditangani di RS Regional,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Ishaq Iskandar, mengungkapkan RS Regional tipe C tersebut dirancang memiliki kapasitas sekitar 100 tempat tidur.

Untuk operasionalnya, rumah sakit ini diperkirakan membutuhkan sekitar 400 tenaga kesehatan, termasuk perawat dan dokter.

Terkait tenaga medis, dr Ishaq menyebutkan kebutuhan dokter meliputi empat dokter spesialis dasar, tiga spesialis penunjang, serta sekitar 10 dokter spesialis tambahan.

“Perekrutan tenaga kesehatan bisa melalui mutasi maupun seleksi ASN, baik CPNS maupun PPPK,” jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah tenaga keperawatan dan medis tidak dapat disamaratakan karena bergantung pada kompleksitas kasus pasien serta jam operasional layanan.

Perhitungan kebutuhan SDM akan mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 971/MENKES/PER/XI/2009 tentang Standar Sumber Daya Manusia Rumah Sakit.

“Sistem tiga shift, layanan IGD 24 jam, serta potensi pengembangan unit seperti ICU dan rawat jalan sangat memengaruhi jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan,” ujarnya.

Sebagai gambaran, rasio ideal perawat adalah satu perawat melayani dua pasien per shift.

“Dengan kapasitas 100 tempat tidur, kebutuhan perawat bisa mencapai sekitar 200 orang. Itu belum termasuk dokter, analis laboratorium, apoteker, tenaga gizi, dan tenaga pendukung lainnya,” pungkas dr Ishaq.

Kesehatan Merata

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gowa, drg Abdul Haris, menyatakan RS Regional Gowa direncanakan akan dibangun di Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong.

Rumah sakit ini akan melayani wilayah penyangga selatan Sulsel, yakni Kabupaten Gowa, Takalar, dan Jeneponto.

Keberadaan RS Regional di kawasan dataran tinggi Malino diharapkan mempercepat penanganan pasien darurat.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved