Keracunan MBG
Alasan ICW Minta Pemerintah Segera Hentikan Program MBG, Dimanfaatkan Politikus
Pasalnya, sejumlah laporan kasus keracunan dan lemahnya implementasi standar operasional prosedur (SOP).
“Perkembangan sementara jumlah korban keracunan sampai dengan pukul 23.56 WIB sebanyak 301 orang yang terdiri dari berbagai siswa sekolah mulai tingkat SD, MTs, SMP, dan SMK,” ungkap Kapolsek Sindangkerta Iptu Sholehuddin saat dihubungi, Senin malam.
Sholehuddin mengatakan, korban terus berdatangan ke posko utama di kantor kecamatan.
Kondisi ini membuat jumlah korban berpotensi terus bertambah.
Korban keracunan dari sekolah berbeda
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan KBB, Lia N Sukandar, menjelaskan, para siswa yang menjadi korban berasal dari sejumlah sekolah berbeda, di antaranya SMK Pembangunan Bandung Barat (PBB), MTs Darul Fiqri, dan SD Negeri Sirnagalih.
Dia memastikan bahwa pihaknya sudah melakukan penanganan darurat. Sejumlah fasilitas kesehatan digunakan untuk merawat para korban.
“Saat ini Dinkes sudah menyulap fasilitas kesehatan pemerintah juga swasta untuk menampung korban-korban yang diduga keracunan makanan,” kata Lia.
Dalam penanganan medis, kebutuhan oksigen menjadi prioritas utama karena banyak siswa yang mengalami sesak napas.
“Saat ini paling dibutuhkan, oksigen. Kami Dinkes meng-handle kebutuhan oksigen dari RSUD Cililin. Tapi mudah-mudahan ada tambahan lagi, insya Allah kami koordinasi dengan RSUD Cikalong Wetan,” sebut Lia.
Pemkab Bandung Barat, melalui Dinkes, berencana menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas kasus keracunan MBG ini.
Status ini akan diumumkan usai mengumpulkan data dan hasil uji laboratorium terhadap sampel korban. (Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/KERACUNAN-MBG-Jumlah-siswa-keracunan.jpg)