Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tagar SaveKompolCosmas dan TolakPTDH Viral bersama Puisi

Mereka menilai insiden tabrak pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan tidak di bawah kendali Kompol Cosmas.

Tayang:
Editor: Ansar
tangkapan layar
COSMAS DIPECAT-Komandan Batalyon (Danyon) Resimen IV Korps Brimob Polri, Kompol Cosmas Kaju Gae, tak kuasa menahan tangis saat sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) menjatuhkan sanksi Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH), Rabu (3/9/2025). Tagar #SaveKompolCosmas dan #TolakPTDH Viral bersama Puisi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tagar #SaveKompolCosmas dan #TolakPTDH Viral bersama Puisi, ramai di media sosial.

Masyarakat yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Ngada dan berdomisili di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menolak pemecatan Komandan Batalyon (Danyon) Resimen IV Korps Brimob (Korbrimob) Polri Kompol Cosmas K Gae dari institusi Polri, Kamis (4/9/2025).

Mereka menilai insiden tabrak pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan tidak di bawah kendali Kompol Cosmas.

Citos Natun, jurnalis KompasTV di Kupang, melaporkan masyarakat tergabung dalam Ikatan Keluarga Ngada, upacara sebelum menyambangi Mapolda NTT.

Mereka menyampaikan sikap atas pemecatan tidak dengan hormat terhadap Kompol Cosmas.

Sebelumnya Kompol Cosmas mengaku, tidak punya niat untuk mencelakai Affan Kurniawan pada Kamis (28/8) malam pekan lalu.

“Dengan kejadian atau peristiwa bukan menjadi niat, sungguh-sungguh demi Tuhan bukan ada niat untuk membuat orang celaka, tapi sebaliknya. Namun peristiwa itu sudah terjadi,” ucap Kompol Cosmas dalam pernyataannya usai dipecat dari institusi Polri sebagaimana putusan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP), Rabu (3/9) kemarin.

Berikut kalimat penolakan PDTH KompolCosmas

NEGERI MELUPAKAN TAPI LANGIT MENCATAT

Kompol Cosmas, namamu pernah harum di medan tempur.

Darahmu pernah menetes di tanah Papua, saat peluru asing menembus tubuhmu demi Merah Putih.

Keringatmu bercampur dengan tanah, airmatamu menyatu dengan deru mesiu.

Namun hari ini, kau bukan lagi pahlawan di mata negeri,

kau hanya dijadikan kambing hitam atas luka yang bukan kau sengaja.

Di jalanan genting itu, kau tak berniat mencabut nyawa.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved