Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Prabowo, Menteri dan Ketua Umum Parpol Bahas Apa di Istana?

Para pejabat negara dipanggil saat situasi demonstrasi merebak di sejumlah daerah Tanah Air.

Tayang:
Editor: Ansar
Sekretariat Presiden
PRABOWO - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita mendalam terhadap pengemudi ojek online yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di tengah aksi demo di Pejompongan, Jakarta Barat, Kamis (28/8/2025) malam. Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan ketua umum partai politik. Mereka pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (31/8/2025). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan ketua umum partai politik.

Mereka pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (31/8/2025).

Para pejabat negara dipanggil saat situasi demonstrasi merebak di sejumlah daerah Tanah Air.

Unjuk rasa itu berakhir rusuh, termasuk di Makassar.

Mereka yang dipanggil diantaranya, Muhaimin Iskandar, Ketua MPR Ahmad Muzani, Agus Harimurti Yudhoyono, Saifullah Yusuf hingga Bahlil.

1. Cak Imin

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa ada dua pertemuan di Istana.

“Pokoknya akan ada pertemuan dengan Presiden. Terus yang kedua nanti akan ada rapat kabinet,” kata Muhaimin, di Istana, hari ini.

Terkait desakan publik agar sejumlah fasilitas dan tunjangan anggota DPR dievaluasi, Muhaimin menilai hal itu merupakan momentum bagi seluruh lembaga negara, baik eksekutif maupun legislatif, untuk melakukan pembenahan.

“Tentu saja ini menjadi momentum untuk kita semua melakukan evaluasi sekaligus mereformasi diri masing-masing. Semua lembaga, baik legislatif maupun eksekutif, harus benar-benar memahami tuntutan aspirasi itu. Aspirasi untuk menunjukkan solidaritas,” kata dia.

Muhaimin menyebut evaluasi yang dimaksud termasuk soal tunjangan yang kerap menimbulkan kecemburuan publik.

“Ya tunjangan rumah, semua dievaluasi. Semuanya yang bersifat menghasilkan kecemburuan dievaluasi,” ujarnya.

Ketua Umum Partai Kebangkitqn Bangsa (PKB) ini menambahkan, transparansi soal gaji dan tunjangan pejabat sudah tidak bisa ditutupi.

“Ya memang hari ini enggak ada yang bisa ditutupi kan. Semuanya terbuka. Keterbukaan itulah yang harus menjadi bagian dari dialog kita dengan masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, ketika ditanya soal kabar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan mengundurkan diri, Muhaimin enggan berkomentar.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved