Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

TBC di Maros Capai 995 Kasus, Dinkes Temukan 307 Pasien Baru dalam 4 Bulan

Hasan Rahim mengatakan target dihitung berdasarkan jumlah populasi dan kelompok suspek yang memiliki risiko tinggi tertular TBC

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
TBC MAROS - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Maros, Hasan Rahim saat ditemui di Ruang Turikale Kantor Bupati Maros, Kamis (21/5/2026).Sebanyak 995 kasus Tuberculosis (TBC) ditemukan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan sepanjang 2025. 

"Bakteri tersebut mudah berkembang di lingkungan lembap, minim pencahayaan, dan sirkulasi udara yang buruk," bebernya.

Ia mengatakan seseorang yang tertular belum tentu langsung sakit karena bakteri bisa berada dalam kondisi dorman atau laten selama bertahun-tahun.

“Kalau daya tahan tubuh turun, bakteri itu bisa aktif dan merusak paru-paru,” katanya.

Karena itu, Hasan mengimbau masyarakat yang dinyatakan positif TBC agar menjalani pengobatan hingga tuntas selama enam bulan.

Ia menuturkan, banyak pasien berhenti minum obat setelah merasa sehat sehingga memicu TBC resisten obat atau Multi Drug Resistant (MDR).

“Kalau sudah resisten obat, pengobatannya lebih sulit dan berbahaya kalau menular ke orang lain,” ujarnya.

Untuk menekan angka TBC, Dinkes Maros memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama sejumlah OPD, pemerintah desa hingga organisasi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Maros juga telah membentuk Tim Percepatan Penanggulangan TBC melalui Peraturan Bupati dan tengah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) penanggulangan TBC hingga 2030.

Selain itu, Dinkes Maros melakukan penemuan kasus aktif atau active case finding melalui skrining dan pelibatan kader kesehatan di desa dan kelurahan.

Sebanyak 103 desa dan kelurahan di Maros juga telah ditetapkan sebagai desa siaga TBC.

“Maros menjadi salah satu kabupaten di Sulsel yang seluruh desa dan kelurahannya sudah menjadi desa siaga TBC,” katanya.

Dinkes Maros juga mendapat bantuan dua unit mobile rontgen dari pemerintah pusat yang ditempatkan di RS Palaloi dan RS Dodi Sardjito untuk mempercepat deteksi kasus TBC.

Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam meminta masyarakat lebih peduli terhadap gejala TBC dan tidak takut memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Ia menegaskan penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan semua pihak mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan hingga masyarakat.

“Kalau ada gejala batuk berkepanjangan segera periksa. Jangan menunggu parah karena TBC bisa disembuhkan jika ditangani sejak dini dan pengobatannya tuntas,” tutupnya

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved