Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Besi dan Semen Naik, Pemkab Maros Evaluasi Anggaran Proyek Infrastruktur

Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan, kenaikan biaya transportasi belakangan ini memicu lonjakan harga

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
JEMBATAN PAKERE - Aktivitas pembongkaran Jembatan Haji Bohari di Dusun Pakere, Desa Bontotallasa, Kecamatan Simbang, beberapa waktu lalu.Kenaikan harga material konstruksi mulai berdampak pada perencanaan proyek infrastruktur di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. 

Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyesuaian harga dengan mengumpulkan data harga terbaru di lapangan.

“Untuk saat ini kami sementara dalam tahap penyesuaian harga, mengumpulkan data harga dan kenaikannya,” katanya.

Ia mengatakan seluruh proyek kini harus melalui proses penyesuaian harga terlebih dahulu sebelum dilaksanakan.

“Kalau proyek, semuanya kami lakukan penyesuaian harga dulu,” tambahnya.

Alif menjelaskan, material yang paling terdampak kenaikan antara lain aspal, besi, baja, hingga material pabrikasi lainnya.

Ia menuturkan, kenaikan tersebut dipicu oleh naiknya harga BBM dan pengaruh kurs dolar.

“Terutama aspal, besi, baja, dan material pabrikasi lainnya yang terpengaruh oleh kenaikan BBM dan kurs dolar,” jelasnya.

Ia memperkirakan kenaikan harga material konstruksi saat ini bervariasi.

“Untuk kenaikan bervariasi, mungkin di kisaran mulai 30 persen ke atas,” tuturnya.

Sementara itu, pelaku usaha jasa konstruksi di Maros mengaku mulai merasakan dampak kenaikan harga material bangunan.

Salah satu pelaku usaha jasa konstruksi, Hardi Arfandy menyebut kenaikan harga material terjadi cukup drastis dalam waktu singkat.

Ia mengatakan, meski pagu anggaran telah ditetapkan, penyusunan RAB tetap harus menyesuaikan dengan analisa harga terbaru sebelum proses administrasi dilakukan.

“Pagu anggaran memang sudah ditetapkan, tapi RAB wajib menyesuaikan dengan analisa harga terbaru, paling lambat sebelum proses administrasi,” katanya.

Ia mengaku kondisi pelaku usaha jasa konstruksi daerah saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Hal itu karena sebagian besar proyek strategis nasional dikerjakan oleh perusahaan besar dari luar daerah.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved