Stok Langka, Harga Minyak Goreng Subsidi di Maros Naik
Seorang pedagang, Muhammad Jufri mengatakan sudah cukup lama tak menjual Minyakita
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
Kenaikan harga paling terasa pada minyak non subsidi dengan ukuran dua liter dengan harga Rp 45 ribu.
"Sebelumnya hanya Rp43 ribu saja untuk ukuran dua liter," sebutnya.
Tak hanya minyak kemasan, lonjakan harga juga terjadi untuk minyak curah.
Minyak curah yang dikemas botol kecil dijual dengan harga Rp13 ribu.
Sementara botol besar mencapai Rp30 ribu.
"Harga minyak curah juga naik selisih Rp1-2 ribu tergantung ukurannya," bebernya.
Ia menyebut kenaikan harga minyak goreng sudah terjadi setelah lebaran.
Kenaikan minyak diduga kuat akibat perang yang terjadi di timur tengah.
Salah satu pembeli, mengeluhkan tingginya harga minyak kita.
Ia menyebut sebelumnya harganya hanya Rp16 ribu kini naik menjadi Rp20 ribu perliter.
"Dua minggu lalu harganya masih Rp16 ribu sekarang sudah mahal sekali Rp20 ribu," bebernya.
Ia menilai kenaikan harga minyak berdampak besar terhadap pengeluaran rumah tangga.
Apalagi kenaikan harga tidak hanya terjadi pada komoditi minyak saja.
"Sangat memberatkan, semoga bisa stabil lagi suapaya ibu rumah tangga seperti saya bisa menyesuikan pengeluaran lagi," tutupnya.
| Nasib Havid S Fasha Terancam, Wawan Mattaliu jadi Penantang Kuat Petahana di Muscab PKB Maros |
|
|---|
| UNM Turunkan Puluhan Dosen ke Maros, PKM Terpadu Sasar Sekolah dan Masyarakat |
|
|---|
| Kronologi Remaja 18 Tahun Meninggal Usai Tabrak Truk di Depan SPBU Kasuarrang Maros |
|
|---|
| Realisasi Penyaluran Pupuk Subsidi di Indonesia Timur Capai 357 Ribu Ton |
|
|---|
| WFA Tak Hambat Layanan, Dinas Pertanian Takalar Tetap Layani Pengurusan Barcode BBM Subsidi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/HARGA-MINYAK-Seorang-pedagang-Jumriati-di-pasar-Tramo.jpg)