Pengamat Ekonomi Unismuh Makassar Ingatkan Risiko di Balik Rencana KPR Tenor 40 Tahun
Kebijakan tersebut dinilai memiliki tujuan positif untuk memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rencana pemerintah memperpanjang tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga 40 tahun mendapat tanggapan beragam.
Kebijakan tersebut dinilai memiliki tujuan positif untuk memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah.
Namun tetap dinilai perlu diimbangi dengan kebijakan pendukung agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr Rendra Anggoro, mengatakan kebijakan KPR dengan tenor hingga 40 tahun pada dasarnya bertujuan memudahkan masyarakat.
Khususnya generasi muda dan pasangan yang baru membangun rumah tangga, untuk memiliki hunian.
“Tujuan kebijakan ini cukup baik, yaitu supaya masyarakat, terutama generasi muda dan keluarga yang baru memulai kehidupan rumah tangga, bisa lebih mudah memiliki rumah,” kata Rendra, saat dihubungi Tribun-Timur.com via WhatsApp, Minggu (14/6/2026).
Menurut Rendra, tenor yang lebih panjang akan membuat cicilan bulanan menjadi lebih ringan sehingga daya jangkau masyarakat terhadap kredit perumahan meningkat.
Selain itu, sektor properti juga berpotensi tumbuh lebih cepat dan memberikan efek berganda bagi perekonomian karena melibatkan banyak sektor pendukung.
“Dengan tenor yang lebih panjang, cicilan per bulan tentu menjadi lebih ringan sehingga daya jangkau masyarakat terhadap kredit perumahan bisa meningkat," katanya.
"Selain itu, sektor properti juga berpotensi bergerak lebih cepat dan memberi dampak positif pada perekonomian karena banyak sektor lain yang ikut terlibat,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak hanya menciptakan kesan rumah menjadi lebih terjangkau.
Sementara total biaya yang harus dibayar masyarakat justru semakin besar akibat lamanya masa kredit.
“Yang perlu menjadi perhatian adalah jangan sampai tenor yang panjang hanya membuat rumah terlihat lebih terjangkau, padahal total pembayaran yang harus dikeluarkan masyarakat justru jauh lebih besar,” katanya.
Wakil Dekan 3 FEB Unismuh Makassar ini menilai persoalan utama di sektor perumahan saat ini tidak hanya berkaitan dengan besarnya cicilan.
Tetapi juga tingginya harga rumah yang terus meningkat lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pendapatan masyarakat.
| Ekonom Unismuh Makassar: BI Rate Naik Berdampak ke Kredit hingga Dunia Usaha |
|
|---|
| Suku Bunga Acuan Naik, Cicilan KPR Bisa Meningkat Jadi Rp5,06 Juta /Bulan |
|
|---|
| BRI KPR Tawarkan Kemudahan Miliki Hunian dengan Cicilan yang Lebih Nyaman |
|
|---|
| 7 Developer Perumahan di Wajo Siapkan Angkutan Sampah, Kelola Secara Mandiri |
|
|---|
| KALLA Land Gelar Aksi Kesehatan di HUT Bukit Baruga ke-34 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/TENOR-KPR-Pengamat-Ekonomi-dari-Unismuh-Makassar-Dr-Rendra-Anggoro-1.jpg)