Haji 2026
Pilu Jemaah Haji Asal Maros Wafat di Tanah Suci, 26 Hari Setelah Kepergian Istri
Ia diketahui mendaftar haji sejak 2014 dan harus menunggu sekitar 14 tahun hingga akhirnya mendapat kesempatan berangkat pada tahun ini.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Sangkala Manrulu Tonga, jemaah haji asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji.
Ia meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi, 6 Juni 2026 lalu pada usia 72 tahun.
Sangkala yang tergabung dalam Kloter 20 Embarkasi Makassar.
Kepergian Sangkala meninggalkan kisah pilu.
Sebab, sang istri, Nuriah ternyata telah lebih dulu meninggal dunia di Maros sekitar 26 hari sebelum dirinya wafat.
Namun kabar duka tersebut sengaja disembunyikan keluarga demi menjaga kondisi kesehatan Sangkala selama menunaikan ibadah haji.
Anak almarhum, Basri, mengatakan ayahnya tidak pernah mengetahui jika istrinya telah meninggal dunia.
“Iya, disembunyikan. Beliau tidak tahu kalau istrinya meninggal. Kami takut kondisinya drop kalau diberi tahu,” ujar Basri saat ditemui di rumah duka, Minggu (14/6/2026).
Basri mengaku keluarganya menerima kabar wafatnya sang ayah dari kerabat yang berada di Tanah Suci.
Ia menyebut, sebelum berangkat haji, kondisi kesehatan Sangkala terbilang baik meski memiliki riwayat gangguan paru-paru.
“Alhamdulillah sehat waktu berangkat. Bahkan saat wukuf juga masih sehat,” katanya.
Sangkala berangkat ke Tanah Suci bersama 11 anggota keluarga, termasuk anak, cucu, dan keponakannya.
Perjalanan haji tersebut merupakan impian yang telah lama diperjuangkan almarhum.
Ia diketahui mendaftar haji sejak 2014 dan harus menunggu sekitar 14 tahun hingga akhirnya mendapat kesempatan berangkat pada tahun ini.
Sebelum berhaji, Sangkala juga sempat menunaikan ibadah umrah pada 2025.
| 3,5 Jam Menunggu Demi Satu Saf Salat Jumat di dalam Masjid Nabawi |
|
|---|
| Munafri Dampingi Menteri Haji Sambut Jemaah Kloter 17, Apresiasi Layanan Haji 2026 |
|
|---|
| Menteri Haji Peluk Jamaah Tunanetra Asal Sinjai, Namanya Diabadikan untuk Masjid di Arab Saudi |
|
|---|
| Kloter 17 Debarkasi Makassar Disambut Menhaj, Wali Kota Makassar, dan Bupati Sinjai di Asrama Haji |
|
|---|
| Air Mata di Bandara Soekarno-Hatta, Jemaah Haji Khusus Berpisah 'Keluarga Baru' dari Tanah Suci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Anak-almarhum-Sangkala-Manrulu-Tonga.jpg)