Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jembatan Kembar Pasar Sentral Maros Segera Dibangun, 1.325 Meter Persegi Lahan Dibebaskan

Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, mengatakan pembebasan lahan melibatkan delapan pemilik dengan total 14 bidang tanah

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
JEMBATAN KEMBAR - Rapat pembebasan lahan pembangunan jembatan kembar di dekat Pasar Sentral Maros, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Jumat (12/6/2026). Sebanyak 1.325 meter persegi lahan akan dibebaskan 

Ringkasan Berita:
  • Lahan pembangunan jembatan kembar terdiri dari 292 meter persegi yang masuk area pembangunan
  • Sementara 1.033 meter persegi adalah lahan yang terdampak proyek
  • Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, mengatakan pembebasan lahan melibatkan delapan pemilik dengan total 14 bidang tanah

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Sebanyak 1.325 meter persegi lahan akan dibebaskan untuk pembangunan jembatan kembar di dekat Pasar Sentral Maros, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.

Lahan tersebut terdiri dari 292 meter persegi yang masuk area pembangunan.

Sementara 1.033 meter persegi adalah lahan yang terdampak proyek.

Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, mengatakan pembebasan lahan melibatkan delapan pemilik dengan total 14 bidang tanah.

“Yang masuk area pembangunan seluas 292 meter persegi, sedangkan yang terdampak pembangunan 1.033 meter persegi,” kata Muetazim, Jumat (12/6/2026).

Saat ini, pihaknya masih melengkapi dokumen administrasi sebelum pembayaran ganti rugi dilakukan kepada pemilik lahan.

Mantan Kadis PUTRPP itu menyebut anggaran pembebasan lahan berasal dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebesar sekitar Rp8 miliar.

Ia menyebutkan, sebagian besar pemilik lahan telah menyetujui nilai ganti rugi yang ditawarkan.

Namun masih ada dua pemilik lahan terdampak yang belum memberikan persetujuan karena ingin mempelajari nilai appraisal yang ditetapkan.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak akan menghambat pelaksanaan proyek.

Pasalnya, kedua lahan tersebut tidak masuk dalam area konstruksi utama, melainkan hanya terdampak pembangunan.

“Kalau yang terdampak itu misalnya akses rumah berubah setelah pembangunan selesai, tetapi lahannya tidak masuk area pembangunan,” jelasnya.

Nilai ganti rugi lahan berkisar antara Rp3 juta hingga Rp3,2 juta permeter persegi.

Setelah proses pembebasan lahan rampung, pembangunan fisik jembatan akan dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
VS
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved