Stok Langka, Harga Minyak Goreng Subsidi di Maros Naik
Seorang pedagang, Muhammad Jufri mengatakan sudah cukup lama tak menjual Minyakita
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Harga minyak goreng di pasar Tramo, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan melonjak tajam beberapa pekan terakhir.
Selain mahal, stoknya pun disebut sulit dapatkan, utamanya Minyakita
Pantauan Reporter Tribun-Timur.com, Nurul Hidayah, beberapa pedagang pasar Tramo tak lagi menjajakan Minyakita di lodsnya.
Seorang pedagang, Muhammad Jufri mengatakan sudah cukup lama tak menjual Minyakita
Hal ini dipicu stok minyak subsidi tersebut sulit didapatkan meski telah memesan ke distributor.
"Stoknya susah, kalau kita order barangnya tidak ada," sebutnya saat ditemui di lodsnya Rabu (23/4/2026).
Jufri mengatakan sebelumnya sempat menjual Minyakita dengan harga Rp18 ribu per liter.
Namun kini harga minyak subsidi tersebut sudah menyentuh Rp20 ribu per liter.
Akibat terbatasnya stok, ia kini hanya menjual minyak goreng non subsidi ukuran dua liter.
“Saya hanya menjual minyak merek Mitra dengan harga Rp42 ribu sampai Rp43 ribu ukuran dua liter, padahal sebelumnya hanya Rp40 ribu,” katanya.
Ia pun berharap pemerintah dapat turun tangan mengawasi stok minyak dari pihak distributor hingga ke tangan pedagang.
Menurutnya, kelangkaan stok dapat memicu kenaikan harga minyak di pasaran.
Pedagang lainnya, Jumriati mengatakan saat ini minyak kita dijual dengan harga Minyakita Rp20 ribu.
Padahal minyak kita sebelumnya dijual di kisaran Rp17 ribu.
Untuk minyak non subsidi seperti Bimoli stagnan dijual dengan harga Rp23 ribu ukuran satu liter.
Kenaikan harga paling terasa pada minyak non subsidi dengan ukuran dua liter dengan harga Rp 45 ribu.
"Sebelumnya hanya Rp43 ribu saja untuk ukuran dua liter," sebutnya.
Tak hanya minyak kemasan, lonjakan harga juga terjadi untuk minyak curah.
Minyak curah yang dikemas botol kecil dijual dengan harga Rp13 ribu.
Sementara botol besar mencapai Rp30 ribu.
"Harga minyak curah juga naik selisih Rp1-2 ribu tergantung ukurannya," bebernya.
Ia menyebut kenaikan harga minyak goreng sudah terjadi setelah lebaran.
Kenaikan minyak diduga kuat akibat perang yang terjadi di timur tengah.
Salah satu pembeli, mengeluhkan tingginya harga minyak kita.
Ia menyebut sebelumnya harganya hanya Rp16 ribu kini naik menjadi Rp20 ribu perliter.
"Dua minggu lalu harganya masih Rp16 ribu sekarang sudah mahal sekali Rp20 ribu," bebernya.
Ia menilai kenaikan harga minyak berdampak besar terhadap pengeluaran rumah tangga.
Apalagi kenaikan harga tidak hanya terjadi pada komoditi minyak saja.
"Sangat memberatkan, semoga bisa stabil lagi suapaya ibu rumah tangga seperti saya bisa menyesuikan pengeluaran lagi," tutupnya.
| Nasib Havid S Fasha Terancam, Wawan Mattaliu jadi Penantang Kuat Petahana di Muscab PKB Maros |
|
|---|
| UNM Turunkan Puluhan Dosen ke Maros, PKM Terpadu Sasar Sekolah dan Masyarakat |
|
|---|
| Kronologi Remaja 18 Tahun Meninggal Usai Tabrak Truk di Depan SPBU Kasuarrang Maros |
|
|---|
| Realisasi Penyaluran Pupuk Subsidi di Indonesia Timur Capai 357 Ribu Ton |
|
|---|
| WFA Tak Hambat Layanan, Dinas Pertanian Takalar Tetap Layani Pengurusan Barcode BBM Subsidi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/HARGA-MINYAK-Seorang-pedagang-Jumriati-di-pasar-Tramo.jpg)