Banjir Maros
5 Kecamatan Terendam, 3.500 Warga Maros Terdampak Banjir
Hujan deras tiga hari terakhir membuat lima kecamatan di Maros, Sulsel terendam banjir.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Di antaranya Pesona Pelangi, Dorsen, Grand Attila, hingga Mega Pontri.
Ketinggian air di kawasan tersebut berkisar mulai dari selutut hingga sepinggang orang dewasa dan telah masuk ke dalam rumah warga.
"Beberapa warga bahkan harus dievakuasi menggunakan perahu karet saat debit air meningkat," katanya.
Kepala Desa Moncongloe, Iqbal, menjelaskan banjir terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi serta meluapnya air sungai di sekitar permukiman.
“Kalau di Grand Attila itu sekitar sepinggang. Di Pesona Pelangi kurang lebih sepaha. Penyebabnya selain hujan deras, air sungai yang meluap. Sejauh ini warga rata-rata mengungsi di masjid dan rumah keluarganya,” kata Iqbal.
Sejumlah masjid kini difungsikan sebagai posko pengungsian sementara bagi warga terdampak.
Selain itu, sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat di wilayah yang lebih tinggi, bahkan ada yang menuju ke Kota Makassar untuk sementara waktu.
Ketua Tim Kerja Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV, Rizky Yudha, mengatakan potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi pada 24 Februari hingga 1 Maret 2026.
“Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, terdapat kombinasi aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby, serta konvergensi angin yang mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif di wilayah Sulawesi Selatan,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).
Selain Kabupaten Maros, wilayah lain yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat diantaranya Parepare, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Makassar, Gowa, Takalar, dan Kepulauan Selayar.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.
Selain hujan lebat, BMKG juga memprakirakan potensi angin kencang di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan.
Potensi cuaca ekstrem ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang.
"Masyarakat di lokasi yang disebutkan dalam peringatan dini perlu waspada dan berhati-hati terhadap potensi bencana yang bisa terjadi,” bebernya.
Tak hanya di daratan, BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir dan nelayan untuk mewaspadai gelombang tinggi di sejumlah perairan.
Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Pinrang, Barru, Makassar, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Kepulauan Selayar, Bulukumba, Kepulauan Takabonerate, serta Jeneponto. (*)
| 6 Kali Dilanda Banjir, Warga Dusun Kampala Maros Tak Dapat Bantuan |
|
|---|
| 8 Kecamatan di Maros Terendam Banjir |
|
|---|
| Banjir Moncongloe Mulai Surut, 700 Rumah Warga Terendam |
|
|---|
| Hujan Deras Sepekan, Ruas Jalan Moncongloe–Makassar Terendam Banjir Setinggi 50 Cm |
|
|---|
| Chaidir Syam Naik Heli Mabes Polri Pantau Lokasi Rawan Longsor-Banjir Maros |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-26-FEB-BANJIR-MAROS.jpg)