Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

IPLT Rp6 Miliar Beroperasi di Maros, Layani Sedot Tinja 6 Kecamatan

Chaidir Syam mengatakan kehadiran IPLT menjadi langkah penting dalam meningkatkan layanan sanitasi bagi masyarakat di Maros.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/NURUL HIDAYAH
IPLT Maros- Bupati Maros Chaidir Syam saat meresmikan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di kawasan TPA Bonto Ramba, Kecamatan Mandai. Layanan IPLT difokuskan pada wilayah perkotaan karena keterbatasan armada. 

Ringkasan Berita:
  • Kabupaten Maros kini memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang berlokasi di TPA Bonto Ramba, Kecamatan Mandai. 
  • Fasilitas ini diresmikan Bupati Chaidir Syam bersama Wakil Bupati Muetazim Mansyur dan unsur Forkopimda, Jumat (20/2/2026). 
  • IPLT dibangun melalui fasilitasi Kementerian PUPR untuk meningkatkan layanan sanitasi masyarakat, khususnya pengelolaan lumpur tinja rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan.

TRIBUN-TIMUR.COM - Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan kini memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

IPLT terletak di kawasan TPA Bonto Ramba, Kecamatan Mandai.

IPLT diresmikan Bupati Maros, Chaidir Syam.

Ia didampingi Wakilnya Muetazim Mansyur, unsur Forkopimda, serta Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulsel, Baskoro Elmiawan.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita di lokasi IPLT, Jumat (20/2/2026).

Chaidir Syam mengatakan kehadiran IPLT menjadi langkah penting dalam meningkatkan layanan sanitasi bagi masyarakat di Maros.

Baca juga: 64 Desa di Maros Gelar Pilkades Serentak April 2027, Ini Syarat Calonnya

“Alhamdulillah hari ini kita meresmikan IPLT di Kabupaten Maros. Ini bentuk perhatian pemerintah daerah melalui fasilitasi Kementerian PUPR," ujarnya usai peresmian.

Harapannya, instalasi ini bisa berfungsi maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Fasilitasnya dapat dimanfaatkan warga untuk pengelolaan lumpur tinja, terutama ketika septic tank rumah tangga sudah penuh.

“Nantinya lumpur tinja bisa disedot dan dibawa ke sini untuk diolah secara aman,” jelasnya.

Layanan IPLT difokuskan pada wilayah perkotaan karena keterbatasan armada.

Saat ini, Maros hanya memiliki dua unit mobil penyedot tinja.

"Jadi sementara menjangkau enam kecamatan wilayah perkotaan seperti Turikale dan Mandai,” katanya.

Mantan Ketua DPRD itu menambahkan, pengolahan dilakukan agar limbah tidak mencemari lingkungan.

“Air hasil olahan yang dibuang ke sungai sudah melalui proses sehingga tidak mengganggu lingkungan,” tuturnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved