Dugaan Korupsi PDAM Maros Naik Penyidikan Usai Shalahuddin Diperiksa Penyidik
Setelah ditingkatkan ke penyidikan, Adry menuturkan akan dilakukan memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Kasus dugaan penyimpangan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan resmi dinaikkan ke tahap penyidikan.
Hal ini disampaikan Kepala Seksi Intelejen Kejari Maros, Adry Renaldi, kepada Reporter Tribun-Timur.com, Nurul Hidayah, Kamis (30/4/2025).
"PDAM sudah naik tingkat ke penyidikan yah," katanya.
Setelah ditingkatkan ke penyidikan, Adry menuturkan akan dilakukan memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.
Selain itu, akan dilakukan perhitungan untuk menentukan jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat kasus ini.
"Sejauh ini baru dua orang yang dipanggil," ujarnya.
Kendati demikian, ia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait siapa saja yang telah dimintai keterangan setelah kasus ini naik tingkat.
"Jika ada perkembangan, nanti kami kabari kembali," sebutnya.
Sebelum dinaikkan ke tahap penyidikan, pihaknya telah memanggil 20 orang saksi telah dipanggil untuk memberikan keterangan dalam kasus ini.
Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Bantimurung Maros, Muh Shalahuddin pun telah dipanggil beberapa waktu lalu.
Setelah proses penyelidikan dan dianggap cukup bukti, kasus ini kemudian dinaikkan ke tahap penyidikan.
Kasus ini, bermula dari laporan masyarakat mengenai adanya kerugian di tubuh PDAM Maros selama beberapa tahun terakhir.
“Laporannya itu menyebutkan tidak ada laba yang disetor ke Pemda sejak 2022-2024,” ungkapnya.
Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Bantimurung Maros, Muh Shalahuddin sempat angkat bicara terkait kasus tersebut.
Ia menjelaskan, PDAM Tirta Bantimurung dalam lima tahun terakhir, bahkan sejak 2016, telah mencatatkan laba keuntungan.
| Tiga Terdakwa Dugaan Korupsi JKN RSUD Gowa Divonis Bebas, Kejari Banding |
|
|---|
| Darurat Guru di Maros, 475 Formasi Kosong, Honorer Tak Bisa Direkrut |
|
|---|
| 2.155 Hewan Kurban Disiapkan di Maros, Asal Tompobulu Paling Banyak |
|
|---|
| Jembatan Pakere Maros Mulai Dibangun Setelah Roboh Akhir Tahun Lalu, Baru Pondasi Sudah Rp3 Miliar |
|
|---|
| Sapi Bali dan Simental Jadi Primadona Pembeli Meski Harganya Naik Rp 1 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/KORUPSI-PDAM-Ilustrasi-uang-korupsi-PDAM-Maros12.jpg)