Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

50 Personel BPBD Siaga Bencana Hidrometerologi di Maros

Sekretaris BPBD Maros, Nasrul mengatakan 50 personel tersebut dibagi menjadi 3 regu yang akan bersiaga 1x24 jam

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
CUACA BURUK - Proses pemangkasan pohon di poros Maros-Makassar beberapa waktu lalu. Sebanyak 50 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros disiagakan menghadapi bencana hidrometerologi yang kemungkinan terjadi saat cuaca buruk. 

Disusul Bantimurung (3.118 ha), Lau (3.181 ha), Maros Baru (3.032 ha), dan Marusu (2.942 ha).

Sementara itu, wilayah pegunungan seperti Camba, Cenrana, Mallawa, dan Tompobulu tergolong aman dari banjir karena topografinya yang berbukit.

Namun, wilayah tersebut justru berpotensi tinggi mengalami tanah longsor.

Kecamatan Tompobulu menjadi daerah dengan indeks bahaya longsor tertinggi seluas 4.297 hektare.

Sementara itu, Cenrana memiliki luas 12.692 hektare kategori bahaya longsor rendah, dan Bantimurung 594 hektare kategori sedang.

“Tiga kecamatan itu perlu perhatian serius karena topografi curam dan kondisi tanahnya rawan longsor,” jelasnya.

Kemudian, untuk ancaman cuaca ekstrem, wilayah Tompobulu tercatat memiliki luas 20.457 hektare kategori sedang, sedangkan Bontoa mencapai 5.047 hektare kategori tinggi.

Selain itu, Cenrana dan Mallawa juga memiliki tingkat kerawanan cukup besar, masing-masing 13.477 hektare dan 16.148 hektare.

"Secara keseluruhan, seluruh kecamatan di Maros memiliki indeks bahaya cuaca ekstrem, sehingga kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan," bebernya.

Ketua Tim Kerja Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha, mengatakan Kabupaten Maros masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hingga Februari 2026

“Intensitas curah hujan kategori tinggi masih akan berlangsung sepanjang Februari,” katanya.

Ia menjelaskan, hampir seluruh wilayah Kabupaten Maros berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Kecuali Kecamatan Mallawa yang berada pada kategori curah hujan menengah.

“Masih merata kecuali di Kecamatan Mallawa, yang curah hujannya masuk kategori menengah,” jelasnya.

BMKG juga memprediksi intensitas hujan di Kabupaten Maros masih berada pada kategori lebat dengan akumulasi curah hujan bulanan diperkirakan melebihi 300 milimeter.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Tags
BPBD Maros
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved