Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

50 Personel BPBD Siaga Bencana Hidrometerologi di Maros

Sekretaris BPBD Maros, Nasrul mengatakan 50 personel tersebut dibagi menjadi 3 regu yang akan bersiaga 1x24 jam

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
CUACA BURUK - Proses pemangkasan pohon di poros Maros-Makassar beberapa waktu lalu. Sebanyak 50 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros disiagakan menghadapi bencana hidrometerologi yang kemungkinan terjadi saat cuaca buruk. 

Ringkasan Berita:
  • 50 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros disiagakan menghadapi bencana hidrometerologi
  • Pasukan dibagi menjadi 3 regu yang akan bersiaga 1x24 jam
  • BPBD Maros telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa untuk membentuk posko siaga bencana di wilayah rawan terdampak

 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Sebanyak 50 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros disiagakan menghadapi bencana hidrometerologi yang kemungkinan terjadi saat cuaca buruk.

Sekretaris BPBD Maros, Nasrul mengatakan 50 personel tersebut dibagi menjadi 3 regu yang akan bersiaga 1x24 jam.

"Personel siaga 24 jam di Posko induk," katanya, Rabu (11/2/2026).

BPBD Maros telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa untuk membentuk posko siaga bencana di wilayah rawan terdampak.

“Kami terus berkoordinasi agar posko siaga bencana segera dibentuk. Posko ini penting sebagai pusat informasi dan tanggap darurat jika terjadi banjir atau bencana lain,” ujarnya.

Selain pemetaan dan pembentukan posko, BPBD juga aktif menyebarkan imbauan melalui media sosial dan media massa agar masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem.

Tak sampai di situ, pihaknya juga telah memangkas pohon yang dinilai berpotensi membahayakan pengendara saat cuaca buruk.

Nasrul menyebutkan pemangkasa sudah dilakukan sejak Desember 2025 lalu.

"Pemangkasan dilakukan di sepanjang Jalan Poros Maros - Makassar dan juga pohon-pohon yang dilaporkan warga di lingkungan perumahan warga," katanya.

Selanjutnya, pemetaan wilayah rawan bencana alam, memasuki musim penghujan.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang biasanya meningkat saat musim hujan.

Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, mengatakan sejumlah kecamatan di wilayah barat Maros memiliki potensi tinggi terendam banjir saat curah hujan meningkat.

“Wilayah yang berpotensi tinggi tergenang saat musim hujan seperti Kecamatan Bontoa, Bantimurung, Lau, Maros Baru, Marusu, Mandai, Simbang, Tanralili, Turikale, dan Moncongloe,” katanya, Jumat (7/11/2025).

Dari hasil pemetaan, Bontoa tercatat sebagai wilayah dengan lahan tergenang paling luas, mencapai 4.405 hektare.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Tags
BPBD Maros
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved