Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Gawat! 8.295 Warga Maros Menganggur, Didominasi Laki-laki Usia Produktif

“Kelompok yang paling banyak menganggur itu disominasi paling banyak dari SD, SMP, SMA kemudian perguruan tinggi,” katanya.

Tayang:
Editor: Saldy Irawan
Meta Al
PENGANGGURAN MAROS - Ilustrasi pengangguran di Maros. Sebanyak 8.295 warga Kabupaten Maros menganggur.Pengangguran didominasi laki-laki sebanyak 5.429 orang Sementara perempuan sebanyak 2.866 orang. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Sebanyak 8.295 warga Kabupaten Maros menganggur.

Pengangguran didominasi laki-laki sebanyak 5.429 orang

Sementara perempuan sebanyak 2.866 orang.

Pengangguran berasal dari kelompok usia produktif, yakni masyarakat berusia 15 tahun ke atas.

Hal ini disampaikan Kepala Disnakertrans Maros, Andi Patiroi, Kamis (5/1/2026).

“Kelompok yang paling banyak menganggur itu disominasi paling banyak dari SD, SMP, SMA kemudian perguruan tinggi,” katanya.

Patiroi menuturkan, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai program pelatihan kerja berbasis kompetensi untuk meningkatkan keterampilan pencari kerja.

“Program tersebut meliputi pelatihan menjahit, komputer, kewirausahaan, desain grafis, servis sepeda motor, pengelasan, operator komputer, hingga pelatihan pembuatan roti,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan kerja secara umum dinilai cukup efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri peserta untuk bersaing di dunia kerja.

Ia menambahkan, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi angka pengangguran.

“Semakin besar jumlah tenaga kerja yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, maka potensi pengangguran akan meningkat,” imbuhnya.

Mantan Kadis Pendidikan itu mengatakan, perkembangan TPAK dipengaruhi oleh faktor demografi, sosial, dan ekonomi.

Perbedaan partisipasi kerja antara laki-laki dan perempuan juga dipengaruhi oleh peran sosial dalam keluarga.

“Pada umumnya pencari nafkah utama dalam keluarga masih didominasi laki-laki,” jelasnya.

Selain melalui pelatihan kerja, Disnakertrans Maros juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan dan industri untuk memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja lokal.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved