Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

10 Hari, 2 Motor Warga Hilang di Perumahan Royal Sentraland Wilayah Polsek Moncongloe Maros

Kapolsek Moncongloe, Ipda Ramadan, saat dikonfirmasi membenarkan dua laporan pencurian kendaraan

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
PENCURIAN MOTOR - Penampakan maling membawa kabur motor milik petugas keamanan Royal Sentraland Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 08.00 Wita.Sekitar pukul 12.30 Wita, korban melihat seseorang mengendarai motornya keluar dari area parkir. Korban sempat mengejar pelaku, namun pelaku berhasil melarikan diri. 

Motor tersebut diketahui milik Ridho, seorang karyawan swasta.

“Kasusnya masih dalam pendalaman,” kata Ipda Ramadan singkat.

Seorang warga Royal  Sentraland Matisyuha yang berada di lokasi kejadian menyebutkan, sebelum motor hilang, kendaraan tersebut masih terlihat terparkir sekitar pukul 15.00 Wita.

Kehilangan baru diketahui sekitar pukul 18.10 Wita atau sesaat setelah waktu Magrib.

Pria yang akrab disapa Boby tersebut juga mengungkapkan, kawasan ruko dan Cluster Piccadilly dinilai menjadi titik yang rawan pencurian.

Menurutnya, minimnya fasilitas keamanan seperti CCTV dan pos penjagaan menjadi salah satu faktor kerawanan.

“Sudah lama warga meminta ada pos security di area ruko, tapi sampai sekarang belum terealisasi,” ujar warga tersebut.

Ia menambahkan, kasus pencurian bukan kali pertama terjadi di Perumahan Royal Sentraland.

Dalam beberapa tahun terakhir, warga mengaku sering mengalami kehilangan barang, mulai dari sepeda motor, sepeda, laptop, hingga pembobolan rumah dan ruko.

Warga juga menyoroti sistem keamanan kawasan perumahan yang dinilai belum maksimal, meski iuran keamanan atau IPL rutin dibayarkan setiap bulan.

"Iuran IPL yang rutin dibayarkan warga tidak sebanding dengan layanan yang diterima, bahkan menimbulkan kesan hanya menjadi beban tanpa manfaat yang nyata," tuturnya.

Mereka berharap pengelola perumahan segera melakukan evaluasi dan peningkatan sistem keamanan.

"Tanggung jawab pengelola pun terkesan hanya sebatas pendampingan pelaporan ke polisi, setelah itu hilang begitu saja tanpa solusi nyata ataupun evaluasi yang jelas," sebutnya.

Ia pun berharap, ada penambahan personel keamanan, pemasangan CCTV di titik-titik rawan, serta pembangunan pos security, khususnya di area ruko.

"Yang lebih konyol gerbang induknya selaku pintu utama justru berada didalam, jadi Warga rukolah yang menjadi tameng keamanan, ironisnya justru ruko penyumbang teringgi iuran bulanan untuk keamanan," bebernya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved