Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Makan Bergizi Gratis

Alasan SPPG Maros Larang Siswa Sebar Foto dan Video Negatif Program MBG

Larangan tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan pihak sekolah penerima program MBG.

|
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Timur / Nurul Hidayah
MBG Maros - Koordinator SPPG Maros Bantimurun Kalabbirang, Endah Pangesti. Siswa dan pihak sekolah di wilayah Bantimurung, Kabupaten Maros, diminta untuk tidak menyebarluaskan konten negatif terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Siswa dan pihak sekolah di wilayah Bantimurung, Kabupaten Maros, diminta untuk tidak menyebarluaskan konten negatif terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Larangan tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan pihak sekolah penerima program MBG.

Demikian yang disampaikan oleh Koordinator SPPG Maros Bantimurun Kalabbirang, Endah Pangesti, saat ditemui Tribun Timur di SMPN 4 Bantimurung, Rabu (15/10/2025).

“Kita memang membuat MoU dengan pihak sekolah, sehingga pelaporannya seharusnya dilakukan secara berjenjang. Siswa melapor ke sekolah, lalu sekolah melapor ke SPPG terkait kondisi di lapangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hal itu dilakukan bukan untuk menutupi kesalahan.

Tapi, agar penanganan dan evaluasi berjalan tertib sesuai mekanisme yang telah disepakati.

“Tujuannya supaya laporan bisa langsung ditindaklanjuti oleh tim kami. Kalau ada temuan, kami akan perbaiki,” katanya.

Ia membenarkan dalam MoU juga terdapat aturan yang melarang pengambilan foto dan video tanpa izin terkait program tersebut.

Baca juga: Dampak BGN Kembalikan Uang MBG Rp70 T ke Pemerintah Sudah Diprediksi DPR RI

“Memang ada poin yang tidak memperbolehkan mengambil foto atau video untuk disebarluaskan. “Fotonya silahkan kirim ke kami sebagai bukti sebagai evaluasi agar bisa diperbaiki kembali,” jelas Endah.

Endah juga menjelaskan setiap bahan makanan dalam program MBG telah diuji kelayakannya oleh ahli gizi sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah.

“Sebelum didistribusikan, semua menu diuji oleh ahli gizi. Kami ingin pastikan aman dan sesuai standar,” ujarnya.

Endah menambahkan, pihaknya telah bermusyawarah dan memberikan klarifikasi terkait adanya buah salak berulat yang ditemukan siswa SMPN 4 Bantimurung.

“Kami datang ke sekolah untuk menjelaskan dan memastikan kejadian itu tidak terulang. Semua pihak sudah sepakat memperkuat koordinasi,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Maros, Andi Davied Syamsuddin, mengungkapkan cakupan pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Maros kini terus meluas.

“Sasaran program MBG di Maros mencapai 126 ribu siswa. Dari jumlah itu, sebanyak 73.900 siswa sudah terlayani di 10 kecamatan,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved