Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Makan Bergizi Gratis

532 Santri Tahfidz Al-Qur’an Ilmul Yaqin Maros Terima MBG

Penyajian makanan tidak dilakukan di kelas, tetapi disiapkan di tempat khusus santri untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Alfian
Istimewa/Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Ilmul Yaqin
MBG MAROS - 532 Santri Tahfidz Al-Qur’an Ilmul Yaqin Maros Terima MBG. Alfian mengatakan keberadaan program MBG ini sangat membantu pihak pesantren dalam memenuhi kebutuhan gizi santri sehari-hari.  

TRIBUN-TIMURCOM, MAROS - Program makan bergizi (MBG) dari pemerintah kini telah dirasakan manfaatnya oleh ratusan santri di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Ilmul Yaqin, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kepala PKPPS Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Ilmul Yaqin, Alfian Zulkarnain Darwis, menyebut total ada 532 santri yang mendapatkan MBG.

“Alhamdulillah, sebanyak 532 santri kami di Pondok Pesantren Ilmul Yaqin Tompobulu sudah mendapatkan program makan bergizi dari pemerintah,” ujarnya kepada Tribun Timur, Rabu (3/9/2025).

Alfian mengatakan keberadaan program MBG ini sangat membantu pihak pesantren dalam memenuhi kebutuhan gizi santri sehari-hari.

Ia menjelaskan, ada dua manfaat utama dari program ini yang paling dirasakan oleh para santri.

Baca juga: Sosok Ipda Muhammad Nurhilal, Polisi Da’i Pendiri Rumah Yatim dan Pondok Tahfidz Gratis di Pangkep

Pertama, memenuhi kebutuhan nutrisi anak untuk menunjang pertumbuhan.

“Kedua, program ini membuat anak-anak semakin bersemangat menikmati makanan bergizi yang telah disiapkan,” bebernya.

Menu yang disajikan pun cukup lengkap, mulai dari nasi, sayur, lauk, hingga buah-buahan segar.

“Biasanya buah yang kami dapatkan berupa pisang, semangka, dan jeruk. Santri sangat senang karena bisa menikmati makanan sehat dengan menu bervariasi,” tambahnya.

Alfian menuturkan, penyajian makanan tidak dilakukan di kelas, tetapi disiapkan di tempat khusus santri untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan.

“Kami punya kebiasaan di pondok untuk makan bersama atau berjamaah. Jadi semua santri berkumpul dan menikmati hidangan secara serentak,” katanya.

Tradisi makan berjamaah ini, menurutnya, bukan hanya menjaga kebersamaan, tapi juga melatih santri untuk disiplin dan menghargai rezeki yang ada.

“Selain itu, suasana makan berjamaah menumbuhkan rasa kekeluargaan di antara para santri,” sebutnya.

Salah satu santri, Muh. Fatih Ibrahim, yang berasal dari Kota Parepare, mengaku senang dengan adanya program MBG.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa ikut menikmati makan bergizi ini. Rasanya lebih semangat belajar karena tubuh terasa lebih sehat,” kata Fatih.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved