Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Target Rp352 Miliar di 2026, PAD Maros Terkumpul Rp79 Miliar hingga Maret

Capaian tersebut disampaikan Bupati Maros, Chaidir Syam, dalam rapat koordinasi di Ruang Marusu, Kantor Bupati Maros, Senin (13/4/2026).

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
PAD MAROS - Bupati Maros, Chaidir Syam, Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur dan Kepala Bapenda Maros, M Ferdiansyah dalam rapat koordinasi di Ruang Marusu, Kantor Bupati Maros, Senin (13/4/2026). Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros pada triwulan pertama 2026 telah mencapai Rp79 miliar atau sekitar 22,55 persen dari target tahunan Rp352 miliar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros pada triwulan pertama 2026 telah mencapai Rp79 miliar atau sekitar 22,55 persen dari target tahunan Rp352 miliar.

Capaian tersebut disampaikan Bupati Maros, Chaidir Syam, dalam rapat koordinasi di Ruang Marusu, Kantor Bupati Maros, Senin (13/4/2026).

Ia menyebut, realisasi itu sudah mendekati target normal triwulan pertama yang berada di kisaran 25 persen.

“Secara umum trennya sangat positif. Sudah 22 persen, dan ini akan terus kita maksimalkan,” katanya usai rapat koordinasi.

Meski begitu, sejumlah kendala masih dihadapi, terutama pada sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Dari target Rp41,5 miliar, realisasi PBB baru mencapai Rp2 miliar atau 4,84 persen.

Ia menyebut, kondisi ini dipengaruhi banyaknya pemilik lahan yang berdomisili di luar daerah, sementara objek pajaknya berada di Maros, seperti di Kecamatan Malawa.

Selain itu, beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) juga belum maksimal dalam capaian awal tahun.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjadi OPD dengan capaian tertinggi, yakni sekitar Rp100 juta atau 40 persen dari target Rp250 juta.

Baca juga: CPNS 2026 Segera Dibuka? Maros Ajukan 25 Formasi, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

Sementara capaian terendah tercatat pada Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UKM (Kopumdag) yang baru mencapai Rp529 juta atau 12 persen dari target Rp4,3 miliar.

Disusul Dinas Pariwisata yang berada di angka Rp576 juta atau 9,6 persen dari target Rp6 miliar.

“Namun jika memasukkan kontribusi dari Bantimurung, angkanya bisa meningkat hingga kisaran 20 persen,” jelasnya.

Di sektor pertanian, realisasi masih tergolong rendah, yakni Rp91 juta atau sekitar 14,7 persen dari target Rp650 juta.

Rendahnya capaian ini dipengaruhi pola layanan yang tidak selalu berbasis kunjungan langsung, seperti pada layanan rumah potong hewan.

Petugas kerap harus mendatangi langsung lokasi ternak milik warga, sehingga berdampak pada optimalisasi retribusi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved