Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Kampung Herbal di Berua, Mimpi Besar Bu RT dr Anna untuk Kesehatan Warganya

‎Kawasan itu bukan sekadar ruang penghijauan atau tempat menanam tanaman obat keluarga. 

Tayang:
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
PROFIL RT - Ketua RT 009 RW 006 Kelurahan Berua Makassar, dr Anna Khuzaimah, difoto di rumahnya di Komplek Bukit Delta Mas, Jalan Berua Raya, Kota Makassar, Senin (15/6/2026). Anna bangun inovasi kampung herbal, jadi pusat edukasi tanaman dan obat herbal sekaligus destinasi wisata.  

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Di tengah kawasan permukiman Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, sebuah konsep kampung berbasis kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi warga tengah dipersiapkan.

‎Kawasan itu bukan sekadar ruang penghijauan atau tempat menanam tanaman obat keluarga. 

‎Kampung tersebut dirancang menjadi ruang belajar masyarakat mengenai pemanfaatan herbal, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, hingga penguatan ekonomi rumah tangga.

‎Program tersebut diberi nama Kampung Herbal.

‎Melalui konsep itu, warga nantinya tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga menjadi pelaku utama sekaligus sumber edukasi bagi masyarakat yang datang berkunjung.

‎Penggagas program tersebut adalah Ketua RT 009 RW 006 Kelurahan Berua, Dr. dr. Anna Khuzaimah, M.Kes.

‎Perempuan kelahiran Ujung Pandang, 6 April 1971 itu dikenal sebagai dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin sekaligus dokter yang telah lama menekuni pelayanan kesehatan tradisional berbasis herbal dan pendekatan holistik.

‎Menurut Anna, gagasan Kampung Herbal lahir dari keinginannya mengubah cara pandang masyarakat terhadap fungsi RT.

‎Baginya, lingkungan tingkat RT tidak hanya menjadi ruang pelayanan administrasi, tetapi dapat berkembang menjadi pusat edukasi dan inovasi sosial.

‎“Bagaimana membangun lingkungan yang sehat, mandiri, hijau, dan produktif melalui pemberdayaan warga,” ujarnya kepada Tribun Timur, Senin (15/6/2026).

‎Konsep Kampung Herbal yang dibangun juga tidak berhenti pada aktivitas menanam tanaman obat.

‎Program ini dirancang terintegrasi mulai dari edukasi kesehatan, pengembangan urban farming, pengelolaan sampah rumah tangga, hingga penciptaan peluang ekonomi berbasis produk herbal.

‎Setiap lorong nantinya akan memiliki tema berbeda.

‎Ada kawasan yang fokus pada tanaman pendukung daya tahan tubuh, lorong kesehatan pencernaan, hingga area edukasi perawatan alami.

‎Warga yang terlibat tidak hanya menanam, tetapi juga dibekali pengetahuan mengenai fungsi tanaman, cara pengolahan, hingga penggunaan yang tepat.

‎“Jadi warga nanti yang menjelaskan ke setiap pengunjung,” ujarnya.

‎Menurut Anna, pemanfaatan herbal selama ini masih sering dipahami secara kurang tepat.

‎Padahal, penggunaan tanaman obat tetap membutuhkan pengetahuan mengenai bahan, cara pengolahan, serta dosis yang sesuai.

‎“Herbal juga tidak otomatis aman kalau digunakan tidak tepat. Itu yang ingin kami edukasikan ke masyarakat,” katanya.

‎Untuk memperkuat fungsi edukasi, kawasan tersebut juga akan dilengkapi etalase tanaman obat yang berfungsi seperti laboratorium mini.

‎Pengunjung dapat mengenali berbagai jenis tanaman herbal sekaligus memahami manfaat dan penggunaannya secara langsung.

‎Kampung Herbal juga disiapkan menjadi ruang pembelajaran bagi siswa, mahasiswa, peneliti, hingga komunitas kesehatan.

‎Di sisi lain, program tersebut diarahkan memperkuat ekonomi rumah tangga warga.

‎Masyarakat didorong mengembangkan produk turunan seperti jamu, minuman rempah, produk herbal instan, hingga olahan berbasis tanaman obat.

‎Kelompok perempuan menjadi salah satu penggerak utama.

‎“Kami latih para kelompok wanita tani di sini,” ucap Anna.

‎Pelatihan mencakup pemanfaatan tanaman herbal, pengolahan limbah rumah tangga, hingga pembuatan produk kebutuhan rumah tangga berbasis eco-enzyme.

‎Konsep tersebut diperkuat melalui integrasi pengelolaan sampah organik menjadi kompos, budidaya ikan, pengembangan maggot, hingga peternakan skala rumah tangga.

‎Bagi Anna, seluruh aktivitas itu berada dalam satu tujuan besar, yakni menciptakan lingkungan sehat dan berdaya dari tingkat paling kecil.

‎“Inilah kampung herbal yang tengah kami persiapkan,” katanya.

‎Program tersebut juga dikembangkan melalui kolaborasi bersama warga, perguruan tinggi, sektor swasta, hingga berbagai mitra pendukung.

‎Di tengah kesibukannya sebagai dosen dan dokter praktik, Anna mengaku tetap menyediakan waktu menjalankan amanah sebagai ketua RT.

‎Ia percaya perubahan besar dapat dimulai dari satu lingkungan kecil yang bergerak bersama.

‎“Harapan kami, warga bukan hanya sehat, tetapi juga mandiri dan memiliki nilai tambah secara ekonomi dari rumah sendiri,” ucapnya.(*)

‎Profil  

‎Nama: Dr. dr. Anna Khuzaimah, M.Kes
‎Jabatan: Ketua RT 009 RW 006 Kelurahan Berua
‎Tempat Tanggal Lahir: Ujung Pandang, 6 April 1971
‎Alamat: Kompleks Bukit Delta Mas Blok J No.2  Jalan Berua Raya
‎Pendidikan: 
‎- SMA Negeri 2 Makassar
‎- S1 Fakultas Kedokteran Unhas
‎- S2 Epidemiologi Program Pascasarjana Unhas
‎- S3 Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran  Unhas
‎Pekerjaan: 
‎- Dosen FKM Unhas
‎- Dokter Praktek
‎- Ketua RT
‎Hobi: Olahraga dan Memasak
‎Jumlah Penduduk: 70 KK

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
Live
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved