Sekolah di Pesantren adalah Jalan Keselamatan
Menurut dia, keputusan orang tua menyekolahkan anak di pesantren sesungguhnya merupakan ikhtiar untuk menjaga jalan kebaikan dan kebenaran
Sebagai Ketua Dewan Pembina, Muzayyin menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan Darul Istiqamah melalui penguatan kelembagaan dan perluasan jejaring kerja sama pendidikan.
Menurutnya, pesantren harus tetap menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi santri untuk mengenal dunia dan membangun masa depan.
"Pesantren ini harus terus kita jaga dan kita kembangkan. Kita ingin memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan, termasuk membuka peluang kerja sama pendidikan di Mekkah dan berbagai institusi pendidikan lainnya," jelasnya.
Ia mengungkapkan peluang bagi generasi muda Indonesia saat ini sangat terbuka, termasuk bagi para santri.
"Saya baru kembali dari beberapa negara maju dan melihat langsung bahwa peluang itu terbuka sangat luas. Karena itu, kita ingin santri-santri Darul Istiqamah memiliki kesempatan belajar, melihat dunia, dan memperluas wawasan tanpa kehilangan identitas keislamannya," ungkapnya.
Muzayyin bahkan berharap ke depan santri-santri berprestasi dapat memperoleh kesempatan mengikuti program pendidikan dan pengayaan pengalaman di Mekkah sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang memiliki wawasan global dan fondasi keagamaan yang kuat.
Siapkan Generasi dengan Skill Abad ke-21
Dalam pesannya kepada para wisudawan, Muzayyin menegaskan masa depan membutuhkan generasi yang tidak hanya saleh secara pribadi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir dan bekerja sesuai tuntutan zaman.
"Jangan mudah menyerah. Jangan terbiasa menyalahkan orang lain. Jadilah generasi yang mampu menghadirkan solusi," ajaknya.
Ia juga mengajak para alumni mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, serta membangun kemampuan bekerja sama dengan berbagai pihak.
"Dunia masa depan membutuhkan orang-orang yang mampu berkolaborasi, menghargai perbedaan, dan memiliki kemampuan bekerja sama. Jangan merasa paling benar sendiri. Bangun budaya saling menghormati dan saling belajar," katanya mengingatkan.
Menurut Muzayyin, Darul Istiqamah memiliki tanggung jawab untuk terus melahirkan generasi yang mampu melanjutkan jejak tokoh-tokoh besar Sulawesi Selatan yang telah memberikan kontribusi bagi umat dan bangsa.
Ia menyebut sosok Syekh Yusuf Al-Makassari dan Imam Shamsi Ali sebagai contoh generasi Darul Istiqamah serta bukti putra-putri Sulawesi Selatan mampu berkiprah dan memberi manfaat di tingkat dunia.
"Bangun dan kembangkan diri kalian. Di mana pun berada, jadilah pribadi yang mampu hidup, memberi manfaat, dan membawa kebaikan bagi masyarakat, bangsa, dan agama."
Bagi Muzayyin, tujuan pendidikan pesantren tidak hanya melahirkan lulusan yang sukses secara duniawi, tetapi juga generasi yang memiliki karakter, integritas, dan kedekatan kepada Allah SWT.
"Kita ingin melahirkan generasi yang kuat imannya, luas ilmunya, dan besar manfaatnya," kata dia. (*)
| KPR 40 Tahun Dinilai Bisa Dongkrak Penjualan Rumah di Sulsel |
|
|---|
| Pokja Bunda PAUD Makassar Perkuat Sinergi Lintas Sektor demi Tingkatkan Kualitas |
|
|---|
| Pengacara Hingga Kepala Cabang Pegadaian Jadi Alumni Kahfi Halide Motivator School Makassar |
|
|---|
| Transaksi Ekspor Sulsel Naik saat Rupiah Melemah, Capai 121 Juta USD pada April 2026 |
|
|---|
| Kahfi Halide Motivator School Wisuda 69 Mahasiswa Angkatan V dan VI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ketua-Dewan-Pembina-Yayasan-Dakwah-Islamiyah-Gowa-Ustadz-Muzayyin-Arif.jpg)