TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Sebanyak 69 mahasiswa Kahfi Halide Motivator School Makassar mengikuti prosesi wisuda yang digelar di Sultan Alauddin Hotel and Conventions, Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Minggu (14/6/2026).
Para wisudawan merupakan peserta Program General Public Speaking Setara D3 Non Degree angkatan V dan VI.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat sejak pukul 07.00 Wita dan dihadiri langsung oleh pendiri sekaligus Guru Sehat Kahfi Halide Motivator School, Tubagus Wahyudi.
Satu per satu wisudawan yang mengenakan pakaian serba hitam dipanggil naik ke atas panggung.
Dalam prosesi tersebut, setiap peserta diperkenalkan bersama karya buku yang telah mereka susun selama menjalani pendidikan.
Setelah itu, para wisudawan menyalami jajaran master sebelum memasuki puncak prosesi, yakni pemindahan tali toga oleh Tubagus Wahyudi sebagai simbol kelulusan.
Wisuda tahun ini menjadi penyelenggaraan kedua sejak Kahfi Halide Motivator School Makassar pertama kali dibuka pada tahun 2019.
Dalam nasehatnya, Tubagus Wahyudi menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan titik awal untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh.
Ia mengingatkan para lulusan agar tidak terjebak pada kebanggaan atas gelar maupun capaian akademik, tetapi menjadikan ilmu sebagai jalan memperbaiki diri dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Menurutnya, kemampuan berbicara di depan publik atau public speaking bukan sekadar keterampilan komunikasi, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab moral dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat.
“Jangan dipikir wisuda ini selesai. Inilah awal untuk membuktikan ilmu yang diperoleh melalui tindakan nyata,” ujarnya di hadapan wisudawan dan keluarga.
Tubagus juga menyampaikan bahwa selama mengikuti pendidikan di Kahfi Halide Motivator School, mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi komunikasi publik, tetapi juga dibekali pembelajaran yang menekankan nilai-nilai akhlak, kepemimpinan, dan pengembangan diri.
Ia mengajak para alumni untuk terus melanjutkan proses belajar dan menjaga hubungan baik dengan keluarga serta masyarakat.
Di akhir nasehatnya, Tubagus membuka kesempatan bagi para wisudawan yang ingin melanjutkan pembelajaran ke modul berikutnya.
“Garis finis hari ini sekaligus menjadi garis start yang baru. Tidak ada waktu untuk berhenti belajar,” tutupnya.
Acara wisuda turut dihadiri keluarga para wisudawan yang memberikan dukungan dan apresiasi atas capaian para peserta selama mengikuti program pendidikan tersebut.