Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Nur Takdir, Ketua RW 003 Karunrung, Gaungkan Program Lingkungan dan Pemberdayaan Warga

Pria kelahiran Selayar, 28 April 1972 tersebut saat ini mengemban amanah sebagai Ketua RW 003 Kelurahan Karunrung. 

Tayang:
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
PROFIL RW - Ketua RW 003 Kelurahan Karunrung Nur Takdir, difoto Kelurahan Karunrung, Kota Makassar, Selasa (9/6/2026). Nur Takdir menjadi penggerak lingkungan di wilayahnya, menjadi contoh bagi warga menanam di lahan sempit. 

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Di sela kesibukannya melayani warga, Nur Takdir tak pernah jauh dari aktivitas yang menjadi hobinya sejak lama, yakni menanam. 

‎Kegemaran itu kini bukan sekadar aktivitas pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi dalam membangun lingkungan RW 003 Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. 

Pria kelahiran Selayar, 28 April 1972 tersebut saat ini mengemban amanah sebagai Ketua RW 003 Kelurahan Karunrung. 

‎Meski baru sekitar enam bulan menjabat, Nur Takdir mulai dikenal sebagai sosok yang aktif mendorong berbagai program berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

‎Nur Takdir merupakan lulusan S1 Sosial Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. 

‎Sejak kecil, ia telah menetap di Makassar setelah mengikuti orang tuanya yang berpindah dari Kabupaten Kepulauan Selayar.

‎Kini, ia tinggal di BTN Minasaupa Blok A5 Nomor 2, wilayah yang juga menjadi bagian dari lingkungan yang dipimpinnya.

‎Sebagai Ketua RW 003, Nur Takdir membawahi enam RT dengan jumlah penduduk sekitar 320 kepala keluarga (KK). 

‎Baginya, menjadi Ketua RW bukan sekadar jabatan sosial, melainkan bentuk pengabdian kepada masyarakat.

‎Karena itu, sejak dipercaya memimpin wilayahnya, ia berupaya mendorong berbagai kegiatan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi warga.

‎Salah satu program yang paling menonjol di RW 003 adalah pengelolaan Bank Sampah Berkah Bersama. 

‎Program ini sebenarnya telah berjalan sejak 2017, namun hingga kini terus berkembang dan menjadi salah satu kegiatan yang paling aktif di lingkungan tersebut.

‎Bank sampah itu menjadi sarana bagi warga untuk mengelola sampah rumah tangga secara lebih bijak. 

‎Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini dapat ditabung dan menghasilkan manfaat ekonomi.

‎"Alhamdulillah, sekarang masyarakat sudah semakin banyak yang ikut menabung sampah. Kesadaran warga untuk memilah sampah juga semakin meningkat," ujar Nur Takdir, Selasa (9/6/2026). 

‎Penimbangan sampah dilakukan dua kali setiap bulan, yakni pada minggu pertama dan minggu ketiga. 

‎Berbagai jenis sampah yang masih memiliki nilai jual seperti plastik, kardus, dan kertas dikumpulkan oleh warga untuk kemudian ditimbang.

‎Saat ini tercatat sekitar 32 nasabah aktif yang rutin menyetorkan sampah mereka. 

‎Menurut Nur Takdir, jumlah tersebut terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

‎Keberadaan bank sampah tersebut juga mendapat perhatian dari berbagai pihak dan dikenal sebagai salah satu bank sampah percontohan di wilayah Kecamatan Rappocini.

‎Selain fokus pada pengelolaan sampah, Nur Takdir juga mendorong pengembangan program urban farming atau pertanian perkotaan.

‎Program ini lahir dari keinginan memanfaatkan lahan terbatas agar tetap produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

‎Bersama para ketua RT dan warga, ia memanfaatkan area di sekitar Baruga RW 003 untuk menanam berbagai jenis tanaman.

‎Tanaman herbal, tanaman obat keluarga, cabai, tomat, hingga sayuran hidroponik seperti kangkung mulai dibudidayakan secara bertahap.

‎"Kami ingin menunjukkan bahwa lahan yang terbatas pun bisa dimanfaatkan dengan baik. Yang penting ada kemauan dan kerja sama dari warga," katanya.

‎Program tersebut juga menjadi wadah mempererat hubungan antarwarga karena proses penanaman hingga perawatan dilakukan secara gotong royong.

‎Di bidang kesehatan, RW 003 juga rutin menggelar kegiatan Posyandu yang dilaksanakan dua kali dalam sebulan di Baruga RW 003.

‎Kegiatan ini melibatkan balita, lansia, serta warga lainnya dengan dukungan tenaga kesehatan dari Puskesmas Minasa Upa.

‎Bagi Nur Takdir, pelayanan kesehatan masyarakat menjadi salah satu kebutuhan penting yang harus terus diperhatikan di tingkat lingkungan.

‎Karena itu, keberadaan Posyandu tidak hanya menjadi tempat pemeriksaan kesehatan, tetapi juga sarana edukasi bagi warga mengenai pentingnya menjaga kesehatan keluarga.

‎Berbagai program yang berjalan di RW 003, menurut Nur Takdir, tidak mungkin terlaksana tanpa dukungan masyarakat.

‎Ia mengaku beruntung karena warga di wilayahnya memiliki semangat gotong royong yang tinggi dan selalu mendukung setiap kegiatan yang dilakukan.

‎"Motivasi saya adalah karena warga sangat mendukung program-program yang kami jalankan. Dukungan mereka luar biasa. Ketika ada kegiatan, warga ikut terlibat dan membantu. Itu yang membuat kami semakin semangat bekerja," ujarnya.

‎Melalui penguatan program bank sampah, urban farming, serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya, ia ingin menghadirkan lingkungan yang tidak hanya nyaman dihuni, tetapi juga mampu menjadi contoh bagi wilayah lain.

Profil 
‎Nama: Nur Takdir
‎Jabatan: Ketua RW 003 Kelurahan Karunrung
‎Tempat Tanggal Lahir: Selayar, 28 April 1972
‎Alamat: BTN Minasaupa Blok. A5 No. 2
‎Pekerjaan: Ketua RW
‎Pendidikan: S1 Sospol Unismuh Makassar
‎Hobi: Menanam
‎Jumlah Penduduk: 320 KK.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved