Adi Suryadi Culla: Danny Pomanto Bisa Jadi Ancaman Serius bagi Petahana DPR RI Dapil Sulsel I
Danny Pomanto sebelumnya menyatakan tidak menutup kemungkinan maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2029.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Akademisi Pascasarjana FISIP Universitas Hasanuddin (Unhas), Adi Suryadi Culla, menilai peluang Mohammad Ramdhan Pomanto alias Danny Pomanto, untuk menembus DPR RI pada Pemilu 2029 sangat terbuka.
Apalagi Danny Pomanto merupakan mantan Wali Kota Makassar dua periode.
Menurut Adi, jika benar maju melalui PDI Perjuangan di Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel I, Danny berpotensi menjadi ancaman serius bagi para petahana yang saat ini duduk di DPR RI.
Danny Pomanto sebelumnya menyatakan tidak menutup kemungkinan maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2029.
Ia siap bertarung apabila mendapat dukungan masyarakat dan dinilai dapat membantu meningkatkan perolehan kursi PDIP.
“Pak Danny peluangnya saya kira sangat potensial. Karena Pak Danny itu yang pertama sudah memiliki basis partai. Sebelumnya kan belum menentukan sikap bergabung dengan partai mana, itu akan menyulitkan. Apalagi Pak Danny sebagai tokoh yang berpengaruh dan diperhitungkan,” kata Adi Suryadi Culla kepada Tribun Timur, Selasa (2/6/2026).
Ia mengatakan keberadaan Danny di PDIP menjadi keuntungan tersendiri bagi partai.
Sebab, partai politik sangat membutuhkan figur yang memiliki basis dukungan kuat di tengah masyarakat untuk mendongkrak suara pada pemilu.
“Seluruh partai sangat ditentukan oleh figur yang memiliki basis yang kuat di masyarakat. Itu yang membuat partai bisa bertahan dan berkembang karena ada kader yang punya dukungan masyarakat yang diperhitungkan,” ujarnya.
Baca juga: Mantan Wali Kota Makassar Danny Pomanto Siap Turun Gunung Pemilu 2029, Bidik DPR RI Dapil Sulsel I
Wakil Ketua ICMI Sulsel itu menilai Danny memiliki modal politik yang cukup lengkap untuk bertarung pada level DPR RI.
Selain telah menjadi kader PDIP, Danny juga memiliki pengalaman panjang di pemerintahan dan politik lokal.
“Kalau pencalegan DPRD provinsi maupun kabupaten/kota sebenarnya sudah bisa dilampaui oleh Pak Danny karena ada basis sosial yang mendukung dalam skala yang lebih luas,” katanya.
Menurut Adi, salah satu modal politik terbesar yang dimiliki Danny adalah pengalamannya maju pada Pemilihan Gubernur Sulsel 2024.
Bagi Adi, pencalonan Danny sebagai gubernur bukanlah langkah yang sia-sia.
Pengalaman itu menjadi modal elektoral karena memperluas basis pengenalan dan jaringan politiknya di tingkat provinsi.
“Jadi Pak Danny menjadi calon gubernur itu bukan hal yang sia-sia sebetulnya, karena itu bisa menjadi modal politik buat Pak Danny untuk mendapatkan dukungan masyarakat dalam pengertian yang lebih luas,” ujarnya.
“Nah itu saya kira dengan pengalaman sebagai calon gubernur yang lalu, modalnya sudah bisa dimanfaatkan untuk pemilihan calon legislatif DPR RI,” tambahnya.
Selain itu, dua periode kepemimpinan Danny sebagai Wali Kota Makassar juga menjadi nilai tambah yang sulit ditandingi banyak calon lainnya.
Menurut Adi, Makassar sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan politik Sulawesi Selatan membuat sosok Danny telah dikenal luas oleh masyarakat.
“Dua periode dia menjabat sebagai wali kota Makassar itu sudah menjadi kredit poin yang membuat Pak Danny diperhitungkan. Apalagi sebagai wali kota Makassar yang merupakan episentrum Sulsel,” katanya.
Karena itu, Danny dinilai tidak perlu lagi membangun popularitas dari awal sebagaimana yang harus dilakukan banyak pendatang baru dalam politik nasional.
“Dia tidak perlu lagi memulai dari nol berdasarkan popularitas. Hampir bisa diperhitungkan secara luas bahwa Pak Danny dikenal oleh masyarakat Sulsel sebagai mantan wali kota Makassar,” ujarnya.
Adi menambahkan, rekam jejak Danny dalam memimpin pemerintahan dan menjaga dukungan masyarakat selama dua periode menjadi modal sosial dan modal kepemimpinan yang kuat.
“Dengan reputasi yang dimiliki selama menjabat sebagai wali kota, ada pengalaman yang kuat dalam mengelola pemerintahan dan mengelola dukungan masyarakat. Itu semua menjadi modal individual, modal sosial, modal kepemimpinan, dan modal politik yang dimiliki Pak Danny,” katanya.
Meski demikian, Adi mengingatkan bahwa pertarungan di Dapil Sulsel I tetap tidak mudah.
Dapil yang meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Kepulauan Selayar itu dikenal sebagai salah satu dapil paling kompetitif di Sulawesi Selatan.
Pada Pemilu 2024, delapan kursi DPR RI dari Dapil Sulsel I diraih oleh Rudianto Lallo (NasDem) dengan 97.597 suara, Hamka B Kady (Golkar) 119.558 suara.
Selanjutnya Meity Rahmatia (PKS) 97.783 suara, Azikin Solthan (Gerindra) 54.667 suara, Ashabul Kahfi (PAN) 92.606 suara.
Andi Ridwan Wittiri (PDIP) 80.364 suara, Syamsu Rizal MI (PKB) 48.794 suara, dan Achmad Daeng Se’re (NasDem) 19.071 suara.
Menurut Adi, kehadiran Danny akan membuat persaingan menuju Senayan semakin ketat bagi seluruh calon, termasuk petahana yang saat ini telah memiliki kursi.
“Pasti akan terjadi pertarungan yang berat. Tidak hanya bagi Pak Danny saja karena Pak Danny itu juga merupakan pendatang baru dalam pemilu legislatif nantinya sehingga dia harus membuktikan bahwa dia bisa terpilih,” ujarnya.
Namun di sisi lain, para petahana juga diperkirakan menghadapi tantangan baru jika Danny benar-benar maju.
“Keberadaan Pak Danny, di samping pertarungannya berat, bagi figur yang lain juga pasti akan semakin berat. Karena yang dihadapi adalah tokoh yang sudah punya pengalaman politik yang panjang dan memiliki pengaruh yang cukup luas,” kata Adi.
Ia menilai figur-figur yang selama ini mendominasi Dapil Sulsel I tidak bisa menganggap enteng kemunculan Danny dalam kontestasi mendatang.
“Figur lain juga pasti akan terancam posisinya kalau tidak mampu bertarung satu sama lain. Dengan kehadiran Pak Danny itu berarti pertarungan semakin berat bagi semua,” tutupnya.
Danny Siap Maju DPR RI
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PDI Perjuangan Sulsel, Moh Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto, membuka peluang maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2029.
Mantan Wali Kota Makassar dua periode tersebut mengaku tidak menutup kemungkinan untuk ikut bertarung di tingkat nasional.
Danny mengatakan keputusan itu akan sangat bergantung pada aspirasi dan dukungan masyarakat.
Ia siap mengambil peran apabila dinilai dapat membantu meningkatkan perolehan kursi PDIP, khususnya di Dapil Sulsel I.
Dapil Sulsel I meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Kepulauan Selayar.
Pada Pemilu 2024, PDIP berhasil mengamankan satu kursi DPR RI dari total delapan kursi yang diperebutkan.
Kursi tersebut diraih Ketua DPD PDIP Sulsel Andi Ridwan Wittiri dengan perolehan 80.364 suara.
Secara total, PDIP mengumpulkan 141.936 suara di Dapil Sulsel I.
Saat ditanya mengenai kemungkinan maju sebagai calon legislatif DPR RI pada Pemilu 2029, Danny tidak menampik peluang tersebut.
“Kalau masyarakat mendorong, dan potensi semangatnya ada di situ, kenapa tidak,” ujar Danny Pomanto kepada Tribun Timur, Senin (1/6/2026).
Mengenai pilihan daerah pemilihan, Danny tidak menampik Dapil Sulsel I menjadi opsi yang paling tepat jika maju sebagai caleg DPR RI.
“Ya pasti. Kalau di dapil lain, nanti saya sendiri tidak bisa memilih diri saya sendiri kan,” kata politisi PDIP kelahiran Makassar, 30 Januari 1964 itu.(*)
| Mantan Wali Kota Makassar Danny Pomanto Siap Turun Gunung Pemilu 2029, Bidik DPR RI Dapil Sulsel I |
|
|---|
| Tak Ada Lagi Efek Ekor Jas, Danny Pomanto Siapkan Strategi Baru PDIP Sulsel Hadapi Pemilu 2029 |
|
|---|
| Daftar Lengkap 24 Ketua DPC PDIP di Sulsel, Danny Pomanto Optimistis Tambah Kursi di Pemilu 2029 |
|
|---|
| CIDES ICMI Sulsel Himpun Akademisi hingga Profesional, Dipimpin Dr Adi Culla MA-Dr Luhur A Prianto |
|
|---|
| Akademisi Unhas: Indonesia Belum Jalankan Amanat Konstitusi Perdamaian Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260602-Adi-Suryadi-Culla-dan-Danny-Pomanto.jpg)