Aset Perbankan Sulsel Tembus Rp213,44 Triliun
Dari sisi penyaluran dana, kredit perbankan tumbuh 5,19 persen (yoy) menjadi Rp174,39 triliun.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Kinerja industri perbankan di Sulawesi Selatan menunjukkan pertumbuhan positif hingga Maret 2026.
- Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, menyebut total aset perbankan tumbuh 4,12 persen secara tahunan menjadi Rp213,44 triliun.
- Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 7,33 persen menjadi Rp147,41 triliun, dengan tabungan masih menjadi instrumen simpanan terbesar yang mendominasi 61,45 persen dari total DPK.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kinerja industri perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) menunjukkan tren positif hingga triwulan I atau Maret 2026.
Pertumbuhan tercermin dari peningkatan total aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan penyaluran kredit yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi.
Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Moch Muchlasin, menyebut total aset perbankan di Sulsel tumbuh 4,12 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp213,44 triliun.
Sementara itu, penghimpunan DPK meningkat 7,33 persen (yoy) menjadi Rp147,41 triliun.
“DPK di Sulawesi Selatan masih didominasi oleh tabungan dengan pangsa 61,45 persen, diikuti deposito sebesar 22,70 persen dan giro sebesar 15,85 persen,” sebut Muchlasin, Senin (1/6/2026).
Baca juga: UATAS, PinjamDuit, dan BantuSaku Gandeng AFPI dan OJK Dorong Keuangan Digital yang Bertanggung Jawab
Dari sisi penyaluran dana, kredit perbankan tumbuh 5,19 persen (yoy) menjadi Rp174,39 triliun.
Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 3,76 persen pada Maret 2025.
Menurut Muchlasin, peningkatan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi dan kebutuhan pembiayaan masyarakat yang terus meningkat.
Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit produktif memiliki porsi sebesar 52,69 persen dari total kredit dan tumbuh 2,79 persen (yoy).
Sementara itu, kredit konsumtif mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni mencapai 8 persen (yoy).
Adapun dari sisi sektor ekonomi, kredit produktif yang disalurkan ke sektor perdagangan besar dan eceran masih mendominasi dengan pangsa 22 persen dari total penyaluran kredit.
“Kinerja intermediasi perbankan di Sulawesi Selatan tetap terjaga. Hal ini tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 118,30 persen, sementara rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) berada pada level 3,73 persen,” jelasnya.
Perbankan Syariah Melejit
Selain perbankan konvensional, perbankan syariah di Sulsel juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan hingga Maret 2026.
OJK Sulselbar mencatat, aset perbankan syariah di Sulsel tumbuh 30,18 persen (yoy) menjadi Rp22,82 triliun.
| Makna Passapu Bagi Mayjen TNI Bangun Nawoko di Syukuran HUT Ke-69 Kodam XIV Hasanuddin |
|
|---|
| Ujung Pandang Kembangkan Sistem Digital Penataan PKL, Pantau Progres Penertiban hingga Relokasi |
|
|---|
| Keakraban Pangdam dan Kapolda Warnai HUT ke-69 Kodam XIV Hasanuddin |
|
|---|
| Mantan Wali Kota Makassar Danny Pomanto Siap Turun Gunung Pemilu 2029, Bidik DPR RI Dapil Sulsel I |
|
|---|
| Wali Kota Makassar Munafri: Jangan Biarkan Pancasila Jadi Pajangan di Dinding! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-06-01-Kepala-OJK-Sulselbar-Moch-Muchlasin.jpg)