Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bayar Parkir Pakai QRIS di Makassar, Jukir dan Pengendara Sama-sama Untung

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, sebut digitalisasi parkir inovasi yang menjawab persoalan klasik praktik perparkiran konvensional. 

Tayang:
Penulis: Alfian | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM
DIGITALISASI PARKIR - Juru parkir (Jukir) melayani pembayaran pakir menggunakan QRIS di Jl WR Supratman, Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Parkir di tepi jalan Makassar kini tak perlu was-was lagi jika tak memiliki uang tunai.

Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Parkir Makassar Raya kini mendorong juru parkir (Jukir) menyediakan layanan pembayaran via Quick Response Code Indonesian Standard atau dikenal QRIS.

Aswar Talani (46), salah satu jukir yang bertugas di Jl WR Supratman sudah menyediakan QRIS untuk pembayaran.

"Ini ada pak, saya pakai QRIS BRI," kata Aswar sambil menunjukan barcode QRIS BRI miliknya yang sudah dicetak menyerupai ID Card, Minggu (31/5/2026) sore.

Menurut Aswar, penggunaan QRIS ini sangat menguntungkan dan memudahkan,

Penggunaan QRIS untuk pembayaran parkir sesuai pengakuan Aswar sudah dimulai sejak akhir 2025 lalu.

"Dulu itu masih penyesuaian kita, tapi sekarang sudah banyak yang pakai," tuturnya.

Aswar mengurai, transaksi jauh lebih aman, cukup scan barcode, pembayaran parkir sudah bisa dilakukan. 

Pengunjung tak perlu membayar dengan uang tunai, semua transaksi langsung masuk ke rekeningnya. 

Ia juga tak lagi menyimpan banyak uang tunai, risiko kehilangan pun sudah bukan hal yang perlu dikhawatirkan.

"Tidak pusingmi lagi cari uang kembalian kalau ada orang bayar pakai uang besar," ucapnya.

Baca juga: Tak Ada Uang Tunai Tak Masalah, Berbelanja Riang di Pasar Sentral Malino Bisa Lewat QRIS BRI

lihat fotoInfografis Tren Pembayaran Digital di Sulsel
Infografis Tren Pembayaran Digital di Sulsel

Aswar menilai, bayar parkir pakai qris ini membuat pengelolaan pendapatannya lebih terarah dan jelas. 

Aswar sendiri bekerja sehari-hari di kawasan pasar Kampung Baru, Jl Wr Supratman. 

Ia bertugas mulai pukul 16.30 hingga 21.00 wita, ia bergantian dengan rekannya. 

Dalam sehari, rata-rata pendapatannya Rp100 ribu, lalu sebagian disetor ke kolektor Perumda Parkir Makassar Raya. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved