Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Dari Kampus ke Lorong Warga, Pengabdian Achsanuddin Ketua RT Inovatif di Balang Baru

Pria kelahiran Ujung Pandang, 20 September 1986 itu kini menjabat sebagai Ketua RT 002 RW 007 Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate. 

Tayang:
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com
PROFIL RT - Ketua RT 002 RW 007 Balang Baru Andi Achsanuddin, difoto di depan rumahnya di Hartaco Indah Blok Q1, Kelurahan Balang Baru, Kota Makassar, Jumat (29/5/2026). Dari penelitian tentang sampah menjadi pengabdian untuk warga.  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Di tangan Andi Nur Achsanuddin, tumpukan sampah tak lagi sekadar limbah rumah tangga. 

Galon bekas, botol air mineral, hingga sisa makanan rumah tangga disulap menjadi pot tanaman, pupuk kompos, bahkan dirancang menjadi kursi ramah lingkungan melalui konsep ecobrick.

Pria kelahiran Ujung Pandang, 20 September 1986 itu kini menjabat sebagai Ketua RT 002 RW 007 Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate. 

Baru dilantik pada 29 Desember lalu, namun gerakannya di lingkungan warga sudah mulai terlihat nyata.

Achsan bukan sosok ketua RT yang hanya duduk di rumah menunggu warga datang mengurus surat. 

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar itu memilih turun langsung menyapa warga dari lorong ke lorong, mengedukasi soal sampah, keamanan lingkungan, hingga pelayanan administrasi berbasis digital.

“RT itu bukan hanya stempel surat. Harus ada yang dirasakan warga,” ujarnya kepada Tribun, Jumat (29/5/2026).

Pria bergelar Magister Ilmu Ekonomi dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) tersebut telah menjadi dosen selama kurang lebih sembilan tahun di bidang Ekonomi Pembangunan. 

Di luar profesinya sebagai akademisi, ia juga aktif sebagai kreator video, operator drone, hingga pehobi mancing dan budidaya ikan koi.

Namun di balik berbagai aktivitas itu, Achsan menyimpan keresahan besar terhadap persoalan sampah dan lingkungan.

Keresahan tersebut muncul sejak lama, bahkan sebelum program pengelolaan sampah menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Makassar

Ia mengaku sejak dulu sudah memikirkan bagaimana sampah rumah tangga dapat memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Berangkat dari pengalaman penelitian pengabdian masyarakat di sejumlah desa di Sulsel, Achsan melihat persoalan sampah plastik menjadi ancaman serius karena sulit terurai. 

Pengalaman lain juga ia dapatkan saat memancing di wilayah kepulauan. Ia kerap melihat sampah plastik mengapung di laut.

“Di situlah saya berpikir, kalau sampah ini tidak mulai dikelola dari rumah, ke depannya akan semakin parah,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved