Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Setelah Kurban, RT/RW Diminta Pastikan Makassar Tetap Bersih dan Bebas Bau

‎Pasca pelaksanaan kurban, Pemerintah Kota Makassar mengimbau seluruh camat hingga RT/RW agar tetap menjaga dan memerhatikan kebersihan lingkungan. 

Tayang:
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
PASCA KURBAN - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyaksikan langsung prosesi pemotongan hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Masjid At-Taqwa, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Wajo, Rabu (27/5/2026). Sebanyak 7.261 ekor sapi dan 402 ekor kambing dikurbankan di Kota Makassar.  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 7.261 ekor sapi dan 402 ekor kambing dikurbankan di Kota Makassar pada perayaan Idul Adha 1437 Hijriah tahun ini.

‎Jumlah hewan kurban tersebut tersebar di 15 kecamatan di Kota Makassar. 

‎Data sapi kurban masing-masing kecamatan yakni Biringkanaya 1.351 ekor, Tamalanrea 852 ekor, Panakkukang 685 ekor, Manggala 1.140 ekor, Rappocini 940 ekor, Ujung Tanah 45 ekor, Wajo 96 ekor, Bontoala 183 ekor, Tallo 416 ekor, Sangkarrang 32 ekor, Ujung Pandang 70 ekor, Makassar 262 ekor, Mamajang 216 ekor, Mariso 177 ekor, dan Tamalate 796 ekor.

‎Sementara jumlah kambing kurban terdiri dari Biringkanaya 73 ekor, Tamalanrea 18 ekor, Panakkukang 41 ekor, Manggala 43 ekor, Rappocini 16 ekor, Ujung Tanah nihil, Wajo 9 ekor, Bontoala 4 ekor, Tallo 36 ekor, Sangkarrang 7 ekor, Ujung Pandang 16 ekor, Makassar 10 ekor, Mamajang 21 ekor, Mariso 27 ekor, dan Tamalate 79 ekor.

‎Pasca pelaksanaan kurban, Pemerintah Kota Makassar mengimbau seluruh camat hingga RT/RW agar tetap menjaga dan memerhatikan kebersihan lingkungan. 

‎Camat Tamalanrea, Andi Patiroi, mengatakan pihaknya telah menyampaikan instruksi kepada seluruh lurah untuk diteruskan kepada RT/RW agar berkoordinasi dengan panitia kurban terkait kebersihan wilayah.

‎Menurutnya, perhatian utama diarahkan pada penanganan limbah penyembelihan agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan maupun gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.

‎“Tetap menjaga kebersihan lingkungan, terutama sisa-sisa penyembelihan hewan kurban agar tidak menimbulkan pencemaran maupun gangguan kesehatan,” ujarnya.

‎Sementara itu, Camat Tamalate Muhammad Aril Syahbani menilai momentum Idul Adha menjadi periode krusial bagi kebersihan wilayah.

‎Jika tidak ditangani, biasanya akan muncul berbagai persoalan kebersihan seperti tumpukan sampah plastik wadah daging, sisa pakan dan kotoran ternak, hingga limbah darah dan jeroan.

‎Kondisi tersebut dapat memicu bau menyengat dan menjadi sumber penyakit di lingkungan permukiman warga.

‎“Pasca pemotongan hewan kurban, tantangan terbesar biasanya adalah penanganan sampah plastik, limbah darah, dan sisa pakan ternak. Kalau tidak cepat dibersihkan bisa memicu bau dan menjadi sarang penyakit,” kata Aril. 

‎Karena itu, Aril menekankan pentingnya gerak cepat, kolaborasi, dan edukasi kepada masyarakat melalui lurah serta pengurus RT/RW.

‎“Sebagai camat, saya menekankan gerak cepat, kolaborasi, dan edukasi kepada seluruh jajaran wilayah agar kebersihan lingkungan tetap terjaga setelah Idul Adha,” ujarnya.

‎Salah satu upaya yang diinstruksikan yakni pelaksanaan gerakan kerja bakti serentak atau clean-up day di seluruh wilayah pasca penyembelihan hewan kurban.

‎RT/RW diminta menggerakkan warga untuk membersihkan fasilitas umum yang digunakan sebagai lokasi penyembelihan.

‎Pembersihan difokuskan pada sisa darah di tanah, tali pengikat ternak, terpal, hingga sisa pakan hewan agar tidak membusuk dan mencemari lingkungan.

‎Selain itu, perhatian juga diberikan pada penanganan sampah plastik bekas pembagian daging kurban yang berpotensi menumpuk di tempat pembuangan sementara (TPS).

‎Ketua RT/RW diminta mengoordinasikan warga agar seluruh sampah rumah tangga pasca-Lebaran dikemas dengan rapi dan ditempatkan di titik penjemputan utama sesuai jadwal armada kebersihan.

‎Hal itu untuk menghindari sampah berserakan akibat hewan liar seperti kucing dan anjing.

‎“Kami berharap setelah Idul Adha, lingkungan tetap bersih dan masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan bersama,” tutur Aril.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved