Belanja Online dan Pinjol Bisa Sebabkan Bansos Dicabut, DPRD Makassar Ingatkan Warga
Menurut politisi PKS tersebut, masih banyak warga yang belum memahami mekanisme penentuan desil kesejahteraan.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Imam Wahyudi
Pengajuan bisa dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos milik Kementerian Sosial, call center Kemensos, maupun melalui kantor kelurahan.
“Kalau warga merasa datanya tidak sesuai, bisa diajukan kembali untuk diverifikasi,” jelasnya.
Menurut Andi Bukti, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) akan melakukan asesmen langsung di lapangan sebelum data diteruskan ke Badan Pusat Statistik (BPS) untuk proses verifikasi akhir.
Ia mengakui perubahan desil sering membuat warga terkejut karena bantuan sosial mendadak dihentikan.
Salah satu penyebabnya karena data pribadi digunakan untuk aktivitas pinjaman online tanpa disadari pemilik identitas.
“Kadang seharusnya masih masuk desil rendah, tapi karena datanya dipakai pinjol, bantuannya jadi nonaktif,” katanya.
Meski demikian, warga tetap diberi ruang untuk mengklarifikasi kondisi ekonominya melalui mekanisme pengajuan ulang di kelurahan.
“Tujuan sistem ini supaya bantuan sosial benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.(*)
| DPRD Makassar Tunggu Usulan Pemkot Susun Perda LGBT |
|
|---|
| Reses di Paotere, Ketua PAN Makassar Terpilih Diminta Jadi Donatur Madrasah DDI Gusung |
|
|---|
| Prosedur Peninjauan Desil Bansos, Warga Kini Punya Akses Mudah |
|
|---|
| 15.114 Warga Maros Terima Bansos Rp600 Ribu, Cair Tiga Bulan Sekali |
|
|---|
| Doa Mengalir untuk Politisi cum Pengacara Yusuf Gunco yang Dirawat di RS Bhayangkara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/warga-miskin-gemar-belanja-online-tak-dapat-bansos.jpg)