Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Belanja Online dan Pinjol Bisa Sebabkan Bansos Dicabut, DPRD Makassar Ingatkan Warga

Menurut politisi PKS tersebut, masih banyak warga yang belum memahami mekanisme penentuan desil kesejahteraan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
WARGA MISKIN - Anggota DPRD Makassar, Adi Akbar, saat ditemui di Gedung DPRD Makassar, Jl Hertasning, Selasa (26/5/2026). Menurut Adi Akbar, warga miskin suka belanja dan judi online bisa tak dapat bansos. 

Pengajuan bisa dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos milik Kementerian Sosial, call center Kemensos, maupun melalui kantor kelurahan.

“Kalau warga merasa datanya tidak sesuai, bisa diajukan kembali untuk diverifikasi,” jelasnya.

Menurut Andi Bukti, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) akan melakukan asesmen langsung di lapangan sebelum data diteruskan ke Badan Pusat Statistik (BPS) untuk proses verifikasi akhir.

Ia mengakui perubahan desil sering membuat warga terkejut karena bantuan sosial mendadak dihentikan.

Salah satu penyebabnya karena data pribadi digunakan untuk aktivitas pinjaman online tanpa disadari pemilik identitas.

“Kadang seharusnya masih masuk desil rendah, tapi karena datanya dipakai pinjol, bantuannya jadi nonaktif,” katanya.

Meski demikian, warga tetap diberi ruang untuk mengklarifikasi kondisi ekonominya melalui mekanisme pengajuan ulang di kelurahan.

“Tujuan sistem ini supaya bantuan sosial benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved