Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Musda Demokrat Sulsel

Musda Demokrat Sulsel Sepi Penantang, Ni'matullah Berpotensi Melenggang Tanpa Rival

Hingga saat ini, belum ada kader yang menyatakan siap bersaing memperebutkan kursi ketua.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
MUSDA DEMOKRAT SULSEL – Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Ni’matullah Erbe. Ni’matullah mengaku belum melihat adanya figur yang secara terbuka menyatakan diri siap bersaing pada Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Sulsel 2026. Meski telah mengantongi dukungan tertulis dari 23 ketua DPC, Ni’matullah mempersilakan kader lain maju dan bertarung dalam perebutan posisi jabatan ketua. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ni'matullah Erbe, mengaku belum ada figur yang secara terbuka menyatakan diri siap maju dalam Musda Demokrat Sulsel 2026. 

Hingga saat ini, belum ada kader yang menyatakan siap bersaing memperebutkan kursi ketua.

Menurut pria yang akrab disapa Ulla itu, Musda Demokrat Sulsel merupakan forum demokratis partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Seluruh kader yang memenuhi syarat memiliki kesempatan untuk maju memperebutkan kursi Ketua DPD Demokrat Sulsel.

“Kalau ada kader yang ingin maju, silakan. Musda adalah forum demokrasi partai. Sampai sekarang saya belum mendengar ada yang menyatakan siap maju,” ujar Ulla saat dikonfirmasi, Minggu (31/5/2026).

Demokrat Sulsel sendiri telah menyatakan kesiapan untuk menggelar Musda. 

Bahkan, pengurus DPD telah mengirim surat resmi kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat sebagai bentuk kesiapan pelaksanaan agenda lima tahunan tersebut.

“Kami sudah bersurat ke DPP untuk menyatakan kesiapan pelaksanaan Musda. Kami meminta jadwal pada bulan Juni atau waktu lain yang ditentukan DPP. Intinya, Demokrat Sulawesi Selatan siap melaksanakan Musda,” katanya.

Meski demikian, jadwal pelaksanaan Musda masih menunggu keputusan DPP. 

Pelaksanaan Musda di sejumlah daerah menjadi fokus DPP Partai Demokrat saat ini. 

Terutama di wilayah yang dipimpin ketua DPD berstatus kepala daerah maupun wakil kepala daerah.

DPP Demokrat sementara memprioritaskan Musda di daerah yang ketua DPD-nya merupakan kepala daerah atau wakil kepala daerah. 

“Ada gubernur di wilayah Sulawesi, wakil gubernur di Sumatera Selatan, wali kota di Pekanbaru, bupati di Kepulauan Riau, hingga wakil gubernur di Jawa Timur,” jelas mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel tersebut.

Menurut Ulla, langkah itu merupakan bagian dari strategi partai untuk menjaga eksistensi dan kesinambungan kader Demokrat yang kini menduduki posisi strategis di pemerintahan daerah.

“Strategi itu bagian dari upaya DPP menjaga keberlanjutan kader-kader Demokrat yang saat ini menjadi kepala daerah,” tambahnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved