Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nestapa Mahasiswi Korban Lowongan Kerja Semu dan Akhir Pelarian Sang Predator

Sang predator berinisial FR telah diringkus polisi setelah mencoba melarikan diri lewat Laut Jawa

Tayang:
Editor: Ari Maryadi

Ringkasan Berita:
  • MR menjadi korban penyekapan dan rudapaksa setelah terperangkap modus lowongan kerja palsu di media sosial
  • Kini, sang predator berinisial FR telah diringkus polisi setelah mencoba melarikan diri menggunakan kapal laut melintasi Laut Jawa
  • Pelariannya berakhir dramatis di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya

 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Niat tulus MR (19 tahun) untuk mandiri dan meringankan beban orang tuanya justru berbuah trauma mendalam.

Mahasiswi asal Nunukan, Kalimantan Utara itu tengah menempuh studi di salah satu kampus swasta di Kota Makassar ini.

Nahas ia menjadi korban penyekapan dan rudapaksa setelah terperangkap modus lowongan kerja palsu di media sosial.

Keinginan mendapatkan penghasilan tambahan sebagai pengasuh anak (babysitter) membawanya masuk ke sebuah rumah sewaan di kompleks perumahan komersial, di Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulsel.

Alih-alih mendapatkan pekerjaan, rumah mewah yang ternyata disewa pelaku harian seharga Rp300.000 per hari itu justru berubah menjadi ruang penyiksaan yang mengerikan.

Kini, sang predator berinisial FR telah diringkus polisi setelah mencoba melarikan diri menggunakan kapal laut melintasi Laut Jawa.

Pelariannya berakhir dramatis di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Kaki kirinya terpaksa ditembus timah panas petugas karena mencoba melawan saat akan ditangkap.

Tragedi ini bermula ketika MR merespons sebuah unggahan lowongan kerja di Facebook.

Setibanya di lokasi pada Sabtu, 9 Mei 2026, pelaku FR berdalih bahwa posisi babysitter belum tersedia dan meminta korban bekerja sebagai asisten rumah tangga untuk sementara waktu.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menjabarkan situasi mencekam yang dialami korban pada hari ketiga ia berada di rumah tersebut.

"Bagaimana kronologisnya? Ya, mahasiswi ini sedang mencari pekerjaan tambahan, kemudian di Facebook itu ada tawaran pekerjaan untuk menjadi babysitter. Nah, lalu pelaku ini membuka lowongan kerja dan korban datang... Pada hari ketiga, pelaku ini masuk ke kamar dan mengancam dengan menggunakan sangkur untuk memperkosa si korban," ungkap Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana saat memberikan rilis perkara, Ahad atau Minggu (17/5/2026).

Di bawah ancaman senjata tajam, korban yang tak berdaya disekap, mulutnya dibekap dengan lakban, dan dirudapaksa berulang kali oleh pelaku.

Tidak hanya merenggut kehormatan korban, FR juga merampas barang-barang berharga milik MR.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved